santri fathul hidayah

Menjadi Santri Merdeka

547 kali dibaca

Nurcholish Madjid alias Cak Nur menyebut asal usul kata santri berasal dari kata shastri dalam bahasa sanskerta yang artinya melek huruf. Santri juga bisa diambil dari kata cantrik dalam bahasa Jawa yang artinya selalu mengikuti seorang guru kemana pun ia pergi dan menetap. Sementara A. H. John berpendapat bahwa santri berasal dari bahasa Tamil yang artinya guru mengaji (Dhofier, 1982). Jadi santri dapat disimpulkan seseorang yang mendalami agama melalui kitab-kitab dengan arahan guru atau kiai.

Dalam proses pengajarannya, santri diwadahi lembaga yang disebut pondok pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan khas Indonesia yang jumlahnya tersebar di seluruh nusantara dan mayoritas berdiri sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pendirian pesantren di masa lalu didorong untuk mencerdaskan anak bangsa supaya punya kekuatan untuk keluar dari masa penjajahan atau kolonialisme.

Advertisements

Pada masa kemerdekaan, para santri berperan dalam jalur diplomasi politik dan  militer. Pada jalur politik, kita dikenalkan tokoh-tokoh perjuangan dari kalangan santri seperti KH Abdul Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Mr Mohamad Roem, Abukusno Tjokrosujoso, H Agus Salim dan lain sebagainya. Selain itu ada juga yang tergabung dalam anggota BPUPKI. Di bidang militer lahir lasykar Pembela Tanah Air pada bulan November 1943 lalu diikuti oleh kelahiran lasykar Hizbullah.

Baca juga:   Desa Mistis

Pascakemerdekaan, Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asyari menjadi puncak perjuangan santri dalam mempertahankan nasionalisme. Bentuk keterlibatan nyata para santri dalam menjaga dan mepertahankan tanah airnya dari penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia dengan jargonnya “hubbul wathoni minal iman”, Kemudian pencetusan Resolusi Jihad resmi ditetapkan menjadi Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Baca juga:   Ini Buat Santri yang Mau Belajar Coding

Laporan Kementerian Kementerian Agama per Januari 2022 menunjukkan bahwa ada 26.975 pondok pesantren di Indonesia. Provinsi Jawa Barat menyumbang jumlah pondok pesantren terbanyak dengan 8.343 pesantren atau sekitar 30,92% dari total pesantren nasional. Sementara provinsi dengan jumlah pondok pesantren paling sedikit berada di Maluku dengan 16 pondok pesantren.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan