Menjadi Guru Milenial yang Ideal

Buku ini adalah sekumpulan esai-esai seputar pendidikan yang ditulis oleh para guru dan pemerhati pendidikan. Mereka sedang merasakan kegelisahan akademik dalam melihat kaderisasi bangsa. Kader bangsa yang diharapkan memberikan sumbangsih untuk memajukan Indonesia, bahkan dunia, dan menjadi lebih baik justru tidak dapat bersaing dalam segala bidang. Anak muda yang seharusnya memiliki kesalehan sosial, spiritual, dan emosional malah berubah sifatnya menjadi tidak karuan.

Itulah kegelisahan para guru dan pemerhati pendidikan yang terangkum dalam buku ini. Mereka sadar, pendidikan dihadirkan bertujuan sebagai medium dalam membentuk siswa yang berkarakter, bermartabat, dan memaripurnakan akhlak luhur. Siswa yang berkarakter adalah harapan bangsa. Karena di tangan para pemuda inilah menjadi penentu akan perubahan dunia menjadi lebih baik. Dari saking pentingnya kehadiran para pemuda tersebut sampai-sampai Bung Karno, presiden pertama Indonesia, mengatakan “Beri Aku 10 pemuda maka akan aku goncang dunia.”

Advertisements
Cak Tarno

Setiap orang yang lahir ke muka bumi dilahirkan dalam kondisi keadaan suci (fitrah). Seseorang yang fitrah, yang masih belum bersentuhan dengan sesuatu apapun yang dapat mengotori jiwanya. Orang yang demikian masih benar-benar bersih hatinya. Kata Mushthafa ‘Asyur, orang yang hatinya bersih maka ia memiliki ciri-ciri watak (karakter) baik. Perubahan watak menjadi buruk terkadang disebabkan salah pergaulan.

Baca Juga:   Belajar Bahagia dari Imam al-Ghazali

Seperti saat-saat sekarang ini, semua hidup dalam konteks di mana siswa dan siswi bersinggungan dengan smartphone. Hampir setiap hari mereka nyaris tak lepas dari smartphone. Untuk itu dibutuhkan sebuah langkah konkret sebagai upaya para guru di dalam memberikan pendampingan dan bimbingan yang intensif terhadap anak-anak.

Secara umum, ada dua puluh sembilan artikel esai yang dibukukan di buku ini, yang pembukuannya itu telah dilalui melalui proses seleksi yang ketat dari para peserta Kelas Penulisan Esai yang diampu oleh mas Badiatul Muchlisin Asti. Esai-esai pilihan tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam lima tema besar.

Baca Juga:   Mengarungi Samudera Keilmuan Syekh Al-Jailani

Pertama, menjelaskan tentang pentingnya kehadiran sosok guru di era milenial. Sosok guru yang baik yaitu yang mampu menginspirasi dan memberikan inspirasi bagi siswa-siswinya. Guru yang demikian tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan perubahan karakter mulia pada peserta didik.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan