Nyai Rahmatun (4): Digandrungi Para Calon Kades

Ada fragmen hidup Nyai Rahmatun, di tengah ketekunannya berdakwah, menulis, dan berorganisasi, menjadi rujukan orang-orang yang hendak bertarung berebut jabatan kepala desa. Tak hanya di desanya sendiri, Moncek Tengah, tapi juga datang dari desa-desa lain di wilayah Sumenep. Dan jago memperoleh doa dan amalan darinya tak pernah kalah.

Sesungguhnya, Nyai Rahmatun sendiri sering merasa risih dan menolak keinginan orang-orang yang berebut takhta desa itu untuk diberi doa-doa atau amalan-amalan tertantu agar memenangi kontestasi. Nyai Rahmatun tak mau dianggap sebagai seorang dukun atau orang sakti yang bisa memberi syarat-syarat dan mantra-mantra tertentu. Ia juga telah menjauhi panggung politik dan lebih fokus di dunia keilmuan dan pendidikan agama.

Advertisements
Cak Tarno

Namun, karena selalu didesak untuk dimintai sedikit petuah dan semacam amalan atau bacaan-bacaan pendek agar memperoleh aliran berkah, maka Nyai Rahmatun menjadikan momen-momen seperti itu sebagai jalan dakwah. Maka, pertama-tama, nasihatlah yang diberikan kepada para calon petinggi desa itu.

Baca Juga:   Mbah Kandar dan Nujum “Ruyung Berkedok Jati”

Pesannya sederhana namun mengena: harus selalu berlapang dada jika kalah dalam pencalonannya, dan sebaliknya, harus rendah hati serta dekat dengan masyarakatnya ketika memenang kontestasi. Karena, menjadi pemimpin, apalagi di ranah publik, kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Nasihatnya selalu dibumbui dengan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Kullukum raa’in wa kullukum masῠlun an rᾰiyatihi” (Setiap kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya itu).

Baca Juga:   Mengenang Abuya Uci yang Pernah Nyantri di 32 Pesantren

Setelah itu, barulah Nyai Rahmatun memberikan amalan, biasanya berupa bacaan salah satu dari Asmaul Husna. Yaitu, Ya Shamad (wahai Allah Zat yang menjadi tempat bergantung). Para calon kepala desa itu diminta membaca Ya Shamad sebanyak 1000-4000 kali, dan dilanjutkan dengan membaca salah satu ayat Al-Quran, surat Yusuf ayat 4, “Inni roaitu ahada asyara kaukabaw wasy syamsya wal qamara roaituhum lii saajidiin” (Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku). Ayat ini dibaca sebanyak 41 kali saban malam selama 40 hari.

Halaman: 1 2 Show All

One Reply to “Nyai Rahmatun (4): Digandrungi Para Calon Kades”

Tinggalkan Balasan