Mengenal Kiai Penulis Tafsir Al-Qur’an (1): Kiai Sholeh Darat dan Tafsir Faidh ar-Raḥmān

943 kali dibaca

Al-Qur’an adalah sumber utama hukum Islam sekaligus pedoman hidup bagi seluruh umat manusia sepanjang masa dan lintas generasi. Namun, sebagaimana diketahui bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa atau lisan Arab yang fasih dan balaghah yang tinggi.

Ini tentu menjadi problem bagi umat yang tidak mampu memahami bahasa Arab dengan baik. Sehingga fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi semua umat manusia belum bisa terealisasi secara merata.

Advertisements

Menyikapi fenomena tersebut, para kiai pesantren mengambil langkah agar bagaimana masyarakat yang menjadi objek dakwahnya dapat menangkap pesan-pesan Ilahi yang termaktub di dalam Al-Qur’an.

Langkah yang ditempuh tidak lain adalah menafsirkan Al-Qur’an agar mereka mampu memahaminya. Di antara kiai-kiai pesantren yang menulis karya di bidang tafsir Al-Qur’an adalah Kiai Sholeh Darat dengan karya tafsirnya yang berjudul Faidh ar-Raḥmān.

Profil Kiai Sholeh Darat

Baca juga:   Ulama Nusantara yang Mendunia (1): Syekh Mahfudz At-Tarmasi

Nama lengkap Kiai Sholeh Darat adalah Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani. Darat merupakan nama tempat yang terletak di dekat pantai utara kota Semarang di mana Kiai Sholeh kelak berdomisili di sana. Nama itu kemudian melekat pada dirinya, sehingga publik lebih mengenalnya dengan sebutan Kiai Sholeh Darat.

Beliau lahir pada 1820 masehi di Desa Kedung Cumpleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ia adalah putra dari Kiai Umar, yakni seorang kiai, pejuang kemerdekaan, dan sekaligus orang kepercayaan Pangeran Diponegoro.

Baca juga:   M Faizi: Penyair, Musisi, Kiai

Pendidikan pertama Kiai Sholeh Darat diperoleh langsung dari abahnya, Kiai Umar. Sebagai orang kepercayaan Pangeran Diponegoro, Kiai Umar kala itu diberi mandat untuk mengkordinir gerakan jihad di pesisir pantai utara Jawa. Maklum, jika kemudian rumah Kiai Umar dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para kiai untuk berunding mengatur strategi jihad. Kiai Sholeh Darat memanfaatkan momentum itu untuk belajar kepada para kiai yang menjadi teman-teman abahnya. Di antaranya adalah Kiai Hasan Bashari, Kiai Jamsari, Kiai Dardak, dan Kiai Syadak.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan