Mengaktualkan Tasawuf Sosial di Media Sosial

137 kali dibaca

Di kancah jagad maya yang semakin membentang luas, manusia dibebaskan berselancar ke sana- kemari mengikuti arus informasi. Dalam perkembangan zaman, istilah masyarakat kini turut beralih menjadi warganet atau netizen. Dalam KBBI sendiri disebutkan bahwa warganet merupakan orang yang aktif menggunakan internet.

Berdasarkan data yang disajikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter (kini X). Indonesia menempati peringkat keempat pengguna Facebook terbesar setelah Amerika Serikat, Brasil, dan India.

Advertisements

Dari sini kita tahu bahwa warganet Indonesia merupakan pengguna jejaring sosial sangat aktif berselancar di media sosial. Kemudahan dapat dirasakan semua warganet di era digital ini. Dunia kini telah beralih dalam satu genggaman, mulai dari belanja, pembayaran virtual, bekerja, berkomunikasi sosial, dan masih banyak lagi.

Namun, banyak juga tantangan dan celah yang harus diperbaiki dari adanya perkembangan teknologi ini. Salah satu sisi negatifnya, yaitu adanya degredasi moral, etika, spiritual, dan seterusnya dalam bersosial di media sosial. Di titik inilah yang sangat membahayakan, apabila manusia era digital dibiarkan dalam cara pandang yang hedonistik dan materialistik.

Secara tidak sadar, hal ini tentunya akan menjerumuskan warganet pada suatu konflik global. Cara pandang duniawi sebagai tujuan utama dan mengabaikan nilai-nilai sosial dan ukhrawi. Norma-norma yang telah ditanam bertahun-tahun terkadang luntur hanya karena ambisi keperluan konten. Sungguh ironi.

Gaya hidup yang hedonis dan berlebihan, terkadang membuat warganet dari kalangan menengah ke bawah yang beli paket data saja masih susah, menjadi pribadi yang pesimis karena merasa berstatus sosial rendah. Rasa minder yang datang tiba-tiba membuat warganet berstatus sosial kelas bawah merasa tidak layak bersosial dengan warganet yang glamour dan bergaya hidup mewah.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan