duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Menemu Humor Gus Dur Tersimpan di Makassar

Makassar dikenal sebagai kota yang bersuhu panas. Tanpa hujan, yang ada di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu hanya debu kering sisa pasir pantai. Mungkin juga karena kemarau terlampau panjang.

Tapi itu hanyalah sedikit kesedihan, dibandingkan dengan banyak kesenangan yang saya dapatkan di Makassar. Makassar yang menyenangkan pada akhir Oktober tahun ini. Selain jalan-jalan dan kuliner yang istimewa, saya memiliki pengalaman khusus ketika datang ke Kota Daeng. Saya dengan sedikit “terpaksa” harus sowan ke kediaman KH Sanusi Baco.

Advertisements
Cak Tarno

Siapa KH Sanusi Baco? Saya tak tahu banyak. Tapi, Google menyelamatkan saya dengan seribu cara. Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, sekaligus Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan.

Baca Juga:   Bila Santri Mencuci Beras

Alasan yang paling tepat kenapa saya menemuinya adalah karena beliau sahabat Gus Dur, panggilan akrab KH Abdurrahman Wahid. “Kesalahan” saya adalah saya sowan pada jam yang kurang sopan. Sekitar jam 4 sore, ketika matahari sudah mulai lingsir, tak lama lagi adzan maghrib berkumandang. Tapi apa boleh buat, Makassar tidak kalah macet dengan Jakarta. Waktu habis di jalan, tapi saya tak boleh resah. Yang penting niat untuk berkunjung sudah sah.

Baca Juga:   “Maudhu Lampoa”, Peringatan Maulid Nabi Sepanjang Hayat

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan