duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Membedah Sisi Lain Tahfidz Quran Kilat

3.393 kali dibaca

Tiga Syarat

Ada tiga syarat menghafalkan al-Quran. Pertama niat melestarikan kalam Allah, kedua manajemen waktu, dan ketiga konsisten. Di luar itu, Allah memberikan anugerah tertentu kepada beberapa orang yang dikehendaki-Nya untuk hafal dengan cepat.

Lalu, bagaimana bisa para santri tahfidz yang sudah berpengalaman pahit manis dalam menghafal Quran di pesantren tahfidz selama bertahun-tahun tiba-tiba dihadapkan dengan menjamurnya program yang diadakan oleh lembaga tahfidz kilat? Yang lebih utama bagi santri tahfidz adalah proses, diiringi riyadlah dan keistikamahan dalam menjaga hafalan. Kalau khatam metode cepat mungkin sangat banyak, tapi tidak bisa menjamin untuk membaca keseluruhan juz dengan tanpa melihat mushaf.

Baca Juga:   Hukum dan Orang Gila

KH Deden Makhyaruddin, founder Indonesia Murajaah mengistilahkan, orang yang hafal Quran dengan bertahun-tahun di pesantren tahfidz dan hafalannya mutqin adalah santri tahfidz organik, sedangkan santri hasil didikan hafalan Quran kilat adalah santri tahfidz nonorganik.

Teringat pesan Allahu yarham KH Maimoen Zubair: “Zaman akhir nanti Quran tidak difungsikan sebagai petunjuk, tapi hanya sekadar bacaan. Akhirnya Quran seperti Kitab Zabur, hanya untuk bagus-bagusan lagu dalam membacanya”.

Dan, sepertinya kita telah mendekati zaman akhir di mana tahfidz Quran menjadi semacam tren dan gaya hidup. Bukan menjadikan Quran sebagai alat kontemplasi dengan Tuhannya.

Baca Juga:   Merindukan Pendidikan Inklusif di Pesantren

Lembaga Tahfidz Kilat bukan tempat yang buruk, tapi jika memiliki tekad bulat untuk menjadi seorang Hamilul Quran atau ingin memiliki anak-anak generasi penghafal Quran, maka hargailah prosesnya dengan memasuki pesantren tahfidz organik.

Laman: 1 2 3 4

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan