duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Membedah Sisi Lain Tahfidz Quran Kilat

2.406 kali dibaca

MENDADAK TAHFIDZ. Ya, bagaimana tidak, kini menjamur lembaga-lembaga penyelenggara hafalan (tahfidz) al-Quran bahkan secara kilat. Tahfidz Quran kilat telah menjadi program yang menggiurkan. Menjadi ajang binis yang menjanjikan. Promosi disebar ke mana-mana guna menjaring “pasar”, para orangtua ingin memiliki anak-anak generasi penghafal al-Quran. Ghirah semakin menggebu dengan adanya acara Hafidz Indonesia yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi.

Siapa, sih, yang tidak gemas, kagum, dan bangga sekaligus terharu melihat seorang anak berusia belia sudah bisa melantunkan ayat-ayat al-Quran dengan fasih dan cengkok meliuk berirama khas bak Imam Masjidil Haram?

Tidak hanya Lembaga sekolah Islam yang menjadikan program tahfidz sebagai program unggulan. Banyak lembaga pendidikan formal dan nonformal juga menawarkan program tahfidz kilat ini. Progam kilat ini menjadi buruan para orangtua yang menginginkan anak-anaknya mengikuti kelas tahfidz, menjadi tahfidz, entah dengan cara instan atau bukan. Semangat ini cukup positif jika dibandingkan dengan pemberian gajet usia dini kepada anak. Namun, pertimbangkan kembali, jangan sampai merenggut masa bermain anak bersama keluarga dan teman sebaya.

Baca Juga:   Nahun, Tradisi Unik Santri Baru di Pesantren Tremas

Tarif Wisuda Hafidz

Ada satu hal yang begitu menggelitik akhir-akhir ini, yakni penawaran tahfidz kilat. Ada lembaga pendidikan yang memberikan iming-iming lulus SMA sudah bisa hafal 30 juz, bahkan lulus SMP hafal 30 juz. Ada juga program “30 hari hafal 30 juz”. Itu artinya, tiap hari hafalan 1 juz. Mari kita kalkulasikan scenario kuantitas.

 

Seperti kita tahu, satu juz berisi 10 lembar (Quran pojok), dan per lembar berisi 2 halaman. Berarti, tiap juz total ada 20 halaman. Katakanlah, si anak yang mengikuti program 30 hari menjadi hafidz ini setor hafalan lima kali dalam sehari; setelah subuh setor 4 halaman, setelah dzuhur setor 4 halaman, setelah asar setor 4 halaman, setelah maghrib setor 4 halaman, dan setelah isya’ setor 4 halaman. Itu hitungan jika satu juz diselesaikan dalam sehari.

Baca Juga:   Mbah Moen: Titik Terindah…

Besoknya, si anak dihadapkan lagi dengan juz kedua yang simulasi setoran hafalannya seperti pada juz pertama, dan simulasi itu berlangsung terus sampai target yang ditetapkan, yaitu 30 hari. Pada hari ke-30 anak sudah hafal sampai ke juz 30. Artinya, berhasillah program 30 juz dan anak siap wisuda.

Laman: 1 2 3 4