duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Memaknai Terompet Tahun Baru

Akhir tahun Masehi 2020 berakhir hari ini. Itu artinya, besok sudah memasuki tahun baru Masehi 2021. Sebagaimana biasa, sambutan tahun baru, baik Masehi atau Hijriyah, selalu menggelora dengan berbagai kegiatan adat dan budaya. Umumnya, letusan petasan dan pernak-pernik percikan kembang api sebagai pertanda datangnya awal tahun baru, dan berakhirnya tahun yang berlalu. Realitas ini menjadi diskursus di antara para pakar hukum Islam terkait dengan kegiatan di dalamnya.

Baca Juga:   Mengenang Jumatan ala Hasbi Ash Shiddieqy

Berbeda dengan tahun baru Hijriyah yang penuh dengan nuansa keislaman, tahun baru Masehi dipenuhi dengan ragam kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan Islam. Maka muncullah berbagai pendapat hukum dari pakar Islam, ulama, dan ustadz berkaitan dengan perayaan tahun baru. Hal ini disebabkan karena perayaan datangnya tahun baru menimbulkan penafsiran logika yang tidak sama.

Advertisements
Cak Tarno

Tahun Masehi adalah perhitungan tahun yang didasarkan atas kelahiran Yesus Kristus (Nabi Isa). Terlepas dari benar tidaknya perhitungan tahun kelahiran Nabi Isa ini, realitasnya almanak Masehi dipakai oleh seluruh negara. Di berbagai negara, tahun Masehi digunakan sebagai penghitungan pergantian hari, pekan, bulan, dan tahun. Oleh karena itu, pergantian tahunan almanak ini akan dirasakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Dirayakan atau tidak, pergantian tahun akan dialami oleh semua orang.

Baca Juga:   Temali Tradisi Santri: Pesantren Arba’i Qohhar Jambangan

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan