Mbah Ma’shum, Tarekat Mencintai Kaum Miskin

767 kali dibaca

Pada 28 April depan, memasuki pekan pertama Ramadan, akan bertepatan dengan haul ke-48 Mbah Ma’shum. Banyak jejak hikmah yang tetap relevan dan aktual untuk dipelajari dan diamalkan dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan waliyullah ini.

Sejarawan Nusantara yang amat sohor, Denys Lombard, pernah menggambarkan sosok kiai besar ini secara dramatis. “Mbah Ma’shum adalah seorang kiai dari Lasem yang kurang dikenal di tingkat nasional, namun kematiannya pada tahun 1972 menimbulkan guncangan hebat dari satu ujung jaringan ke ujung jaringan lainnya.”

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Apa yang diungkapkan Denys Lombard itu memang faktual pada zamannya. Mbah Ma’shum adalah tokoh yang sangat berpengaruh tak hanya di lingkungan nahdliyin, namun juga pada jejaring keulamaan Nusantara. Karena itu, ketika wafat, pemakaman Mbah Ma’shum pada 28 April 1972 dibanjiri lautan massa. Banyak tokoh ulama, petinggi partai politik, dan pejabat pemerintah yang juga ingin memberikan penghormatan terakhir.

Pernyataan Denys Lombard yang menyebut bahwa kiai besar ini kurang dikenal di tingkat nasional salah satunya tentu merujuk pada sosoknya yang memang sangat-sangat sederhana dan zuhud. Terlahir dengan Muhammadun sekitar tahun 1868 sebagai anak bungsu pasangan H Ahmad dan Qosimah, sejak kecil Kiai Ma’shum telah dikirim ke beberapa pesantren untuk mendalami ilmu agama, di antaranya kepada Kiai Nawawi Jepara, Kiai Ridhwan Semarang, Kiai Umar Harun Sarang, Kiai Abdus Salam Kajen, Kiai Idris Jamsasren Solo, Kiai Dimyati Termas, Kiai Hasyim Asy’ari Jombang, dan Kiai Kholil Bangkalan. Di Mekkah, Mbah Ma’shum berguru kepada Syekh Mahfudz al-Turmusi dari Termas.

Tarekat Mbah Ma’shum

Sejak belia, Mbah Ma’shum dikenal sebagai orang menjalani hidup zuhud. Bekerja apa saja pernah dilakoni. Pernah jualan baju hasil jahitan istrinya, Nyai Nuriyah. Pernah berjualan nasi pecel, juga buatan istrinya. Pernah menjadi pedagang keliling menjajakan lampu petromak, sendok, garpu, konde, dan peniti.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan