Bila Pesantren Amanatul Ummah Siaga Corona

833 kali dibaca

Seluruh santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (16/3) pagi masih terlihat melaksanakan rutinitas seperti biasa. Pukul 07.00 WIB, santriwan dan santriwati terlihat sudah siap berbaris di lapangan untuk membaca surat Yasin dan istighosah. Usai mendengarkan petuah dan motivasi dari salah satu ustadz, para santri menuju kelas masing-masing untuk belajar seperti hari-hari sebelumnya.

Tentu, ini berbeda dengan kebanyakan anak di sekolah lain yang sudah mulai melakukan aktivitas belajar di rumah. Hal itu dilakukan sebagai upaya menindaklanjuti imbauan Presiden Jokowi agar masyarakat bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah. Presiden mengambil kebijakan ketat ini untuk menghambat penyebaran Covid-19.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Merebaknya Covid-19 memang menimbulkan keresahan tersendiri. Merespons kasus tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim mengambil sikap siaga untuk mencegah penyebaran virus corona. Tidak libur, tapi siaga corona.

Pihak pesantren dengan resmi mengeluarkan edaran yang memutuskan bahwa kegiatan belajar mengajar di lingkungan Pesantren Amanatul Ummah tidak diliburkan sampai ada keputusan lebih lanjut.

Menanggapi surat edaran tersebut, sebagian besar wali santri menyampaikan pihaknya setuju dengan keputusan pengasuh. Di sisi lain, ditetapkan pula langkah-langkah preventif penyebaran virus corona di lingkungan Pesantren Amanatul Ummah. Di antaranya, wali santri diimbau untuk tidak berkunjung ke pesantren selama dua pekan yang akan datang, terhitung mulai 16 Maret 2020.

Selain itu, juga dilakukan edukasi tentang virus corona. Mislanya, santri dianjurkan untuk sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun. Santri juga diedukasi soal gejala-gejala penderita yang telah terjangkit virus tersebut.

Tidak hanya itu, seusai pengajian subuh, Kiai Asep juga meminta semua santri untuk membaca Qunut Nazilah, Sholawat Thibbil Qulub, doa tolak bala, dan selalu membaca kalimat la haula wa la quwwata illa billah. Semua itu dilakukan sebagai ikhtiar segenap keluarga besar Pondok Amanatul Ummah agar selamat dari musibah tersebut.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan