MATA TEDUH IBU

128 kali dibaca

Pernahkah terlintas di pikiranmu, saat kamu bersantai sambil menikmati kopi panasmu serta buku-buku yang berjejalan itu, pertanyaan-pertanyaan sederhana yang akhir-akhir ini juga sering menyerangku?

Tiba-tiba saja di tengah malam, kamu sebagaimana aku, terbangun oleh pikiran tentang mata ibu. Pernahkah kamu mencoba menatapnya lekat-lekat, sambil berusaha menerka rahasia apa yang mata teduh itu simpan erat?

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Pernahkah dalam dudukmu, saat kamu bersandar santai, menatap kaca yang berembun karena hujan, kamu tergoda untuk mencari tahu sejarah masa mudanya?

Pernahkah kamu benar-benar penasaran, tentang apa yang tersimpan erat dalam bibir ibumu yang selalu menyunggingkan senyum di depanmu?

Pernahkah kamu berusaha menyelami cerita atau rahasia apa yang sebenarnya ingin sekali ia ungkap namun selalu saja ia gigit dan telan kembali sebelum kisah itu berubah menjadi kata?

Apakah kamu tidak pernah berkeinginan untuk menelisik, doa apa yang selalu ia rapal diam-diam untuk kita -anaknya?

Apakah kamu tidak terketuk untuk mencari tahu, rahasia apa yang ia tutup rapat-rapat dari bibirnya yang selalu menawan itu, hanya untuk menjauhkanmu dari mangu?

Apakah kamu, mungkin dalam keluh-kesahmu saat ini, pernah terbayangkan desakan apa yang keluar dari omelan ibumu? Keresahan apa yang pada akhirnya tanpa sengaja meloncat keluar? Atau mungkin gemuruh apa yang terwakilkan dalam tetes air matanya yang dia sembunyikan dalam sunyi?

Pernahkah kamu benar-benar mau berendah hati untuk memahami, rasa apa yang ibumu pendam saat ini..
Atau, harapan apa yang ia pupuk ketika mendengar tangismu pertama kali?

Pernahkah kamu meluangkan sedikit saja waktumu yang sibuk itu, untuk memposisikan dirimu pada dirinya, saat kamu jauh darinya?

… Dan menghayati setiap riwayat dan teka-teki yang bersembunyi di balik tiap kerutan di wajah damainya

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan