duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Kurir Ayam Geprek

Ngeri-ngeri sedap musim pandemi begini harus berkeliaran keliling kota naik angkot. Walau mukaku sudah kututup masker dan kedua telapak tanganku selalu kusemprot handsanitizer setiap kali menyentuh sesuatu, tapi rasa was-was masih juga menghampiri. Apalagi setiap hari ada berita penambahan kasus positif Corona di kota ini. Penumpang angkot pun semakin sedikit. Mungkin hanya mereka yang terpaksa yang mau naik kendaraan umum seperti ini. Aku sendiri terpaksa harus naik angkot untuk mengantar pesanan nasi kotak di sebuah pabrik yang baru buka di masa new normal ini.

Baca Juga:   Ribuan Santri Miftahul Huda Tasik Kembali ke Pondok

Sedangkan, mobil butut bapak tengah dirawat di instalasi bengkel daruratnya, di samping rumah.

Advertisements
Cak Tarno

Ada dua orang perempuan yang tengah menggunakan jasa angkot bersamaku. Keduanya duduk terpisah dan sama-sama sedang memainkan HP. Sepertinya mereka emak-emak muda yang baru belanja kebutuhan rumah tangga. Sekilas saja aku memandang mereka. Setelah itu aku kembali mengecek kondisi nasi kotak pelanggan ibuku. Hmmm. Tak boleh ada lauk yang tumpah atau bergeser dari posisinya, jika aku tidak ingin dicaci para karyawan pabrik itu.

Baca Juga:   PJJ dan Pendidikan Karakter

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan