duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Manusia, Kalam, dan Alam Semesta

Para filsuf sebelum kelahiran Nabi Muhammad telah memikirkan fenomena alam semesta; mengapa ia diciptakan; apa yang menyebabkan burung dapat terbang; kenapa angin tak nampak; dan pertanyaan-pertanyaan yang selalu terlintas tentang hal yang terlihat. Mereka selalu dibuat penasaran dengan apa yag terjadi di alam ini, siapa penyebab adanya malam, siang, gunung, laut?

Hingga lahirlah Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk memperbaiki akhlak manusia, dengan pedoman al-Quran yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril a.s kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur. Barulah satu per satu hal di alam semesta ini tersingkap.

Advertisements
Cak Tarno

Allah menciptakan Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi alam semesta, dan ini tedapat dalam surat al-An’am ayat 107:

Baca Juga:   Ilmu Sebagai Sarana, Bukan Tujuan

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ

Secara jelas kedatangan manusia, lebih tepatnya Nabi Muhammad SAW, telah ditunggu-tunggu oleh alam semesta. Atau, dengan kata lain, Nabi Muhammad SAW tidak diciptakan jika alam semesta tidak diciptakan.

Tokoh di luar Islam, seperti Galileo, memiliki asumsi bahwa manusia adalah pusat alam semesta tidak sepenuhnya salah. Ini juga sebagaimana diisyaratkan dalam surat al-An’am ayat 97:

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهۡتَدُواْ بِهَا فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۗ ….

Allah sengaja menjadikan bintang sebagai petunjuk penerang, tanpa bintang tersebut menyatakan langsung kepada manusia.

Baca Juga:   Sastra dan Pembentukan Karakter

Sesungguhnya, binatang-binatang yang berkeliaran, tumbuhan-tumbuhan yang saling melambai, mempersembahkan dirinya kepada manusia untuk diambil manfaatnya.

Kalam yang dimaksud di awal tulisan ini adalah cara alam berkomunikasi dengan manusia melalui kalam Allah yang mulia. Dalam kesempatan yang langka Allah berbicara dengan Nabi Musa a.s, tepatnya di Gunung Tursina dalam surat an-Nisa ayat 164:

وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكۡلِيمٗا

Dari rantaian di atas manusia memiliki peran utama bagi alam semesta, dan alam semesta menundukkan dirinya atas perintah Allah dengan tujuan beribadah kepadanya.

Halaman: 1 2 Show All

Comments

There are 3 comments for this article
  1. Rusdi El Umar, Alumnus PP Annuqayah
    Rusdi El Umar 8 Okt 2020 20:00

    Manusia diciptakan sebagai makhluk multidimensi, dia mampu mengarungi alam semesta yang maha luas. Apakah benar begitu? (Saya tidak menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Apakah benar atau tidak? Iya atau enggak?)

  2. Muhammad Farhan Iskandar, PP Dar El Fikr Depok
    Muhammad Farhan Iskandar 8 Okt 2020 20:10

    Terimakasih pak rusdi atas tanggapannya,, disini belum dijelaskan secara luas tentang manusia sebagai makhluk multidimensi,, Insya Allah akan dikupas di tulisan kedua,,

Tinggalkan Balasan