Malaikat yang Menjadi Kupu-kupu

547 kali dibaca

Wajah muram Senja langsung terlihat jelas ketika ibu gurunya menyuruh menghapus hasil pekerjaannya di buku lembar siswa yang tadi malam dia kerjakan.

“Senja, Ibu belum menyuruh kamu mengerjakan ini, pasti ini dikerjakan mama kamu ya! Ayo hapus dan kerjakan ulang!”

Advertisements

Senja hanya bisa terdiam sambal berusaha menahan air matanya agar tidak menetes. Tak ada keberanian untuk menjelaskan kalau itu hasil pekerjaannya tadi malam. Semula dia pikir tidak masalah kalau dia  belajar dan mengerjakan soal sebelum ibu gurunya menerangkan dan memintanya mengisi soal. Ternyata salah, dan malah membuat ibu gurunya tidak senang.

Sesosok malaikat yang melihat Senja hendak menangis, terketuk juga hatinya. Dia sama sekali tak mengerti kenapa ibu gurunya tidak merasa bangga melihat anak didiknya lebih dulu mengerjakan soal tanpa dia minta. Bukankah itu bagus, kalau anak sudah menyadari kalau belajar itu kewajiban yang harus dijalani tanpa diminta.

Baca juga:   Cara Si Buta Membuat Jalan ke Surga

Lalu malaikat itu turun dan memasuki ruang kelas satu tempat Senja belajar. Dia menjelma menjadi kupu-kupu. Tidak hanya satu tapi menjelma menjadi puluhan kupu-kupu yang indah dengan aneka warna dan memancarkan cahaya. Senja dan anak-anak lainnya langsung bersorak, mereka nampak begitu takjub melihat kupu-kupu  indah dan berkilauan cahaya yang baru kali ini dilihatnya.

Kupu-kupu itu terbang keluar dan anak-anak pun mengikuti sambil tetap bersorak. Ibu guru sebenarnya ingin melarang dan memintanya duduk kembali tapi kata-kata yang ingin diucapkannya tersekat ditenggorokan, dan kakinya pun terasa berat untuk melangkah. Terpaksa dia hanya bisa melihat anak muridya berhamburan keluar mengejar kupu-kupu.

Baca juga:   Seorang Perawat yang Mengusik Masa Lalu

Lalu kupu-kupu itu tiba-tiba hilang dan kembali menjelma malaikat yang tidak bisa dilhat anak-anak. Rupanya sayapnya tersangkut di pohon pinus dan membuatnya tergantung dengan kepala di bawah. Dan anak-anak pun keheranan melihat kupu-kupu yang dikejarnya lenyap. Namun setelah dipastikan bahwa kupu-kupu itu benar-benar tak ada lagi, mereka pun kembali masuk kelas sambil masing-masing bercerita tentang keindahan kupu-kupu itu.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan