Ma Jian: Kiprah Ilmuwan Muslim di Negeri Komunis

212 kali dibaca

Di negara yang hingga kini masih diidentikkan negeri komunis, Tiongkok, pernah hidup seorang Muhammad Ma Jian, ilmuwan muslim yang jejak dan karyanya abadi. Ia turut mewarnai kebijakan Tiongkok dalam relasinya dengan negeri-negeri muslim.

Terlahir dengan nama lengkap Muhammad Ma Jian di Shadian, Gejiu, Yunnan pada 6 Juni 1906. Ia meninggal di Biejing pada 16 Agustus 1978 dalam usia 72 tahun. Ma Jian lebih dikenal sebagai professor di bidang Bahasa Arab dan studi Islam di Universitas Peking dengan banyak karya ilmiah yang monumental. Salah satunya adalah penerjemahan al-Quran ke dalam Bahasa Mandarin yang sampai detik ini masih digunakan sebagai rujukan dalam dunia akademik. Terjemahan Ma Jian ini juga menjadi versi resmi yang diterbitkan oleh percetakan al-Quran terbesar di Madinah, Raja Fahd al-Quran Printing Press, hingga kini.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Ma Jian memang lahir dari keluarga petani muslim di Desa Shadian, Gejiu, Provinsi Yunnan. Ia kemudian dibesarkan di Honghe Hani, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Majian menamatkan pendidikan menengahnya di Kumming, ibu kota Yunnan, pada usia 19 tahun. Kemudian ia mulai memperdalam ilmu agama Islam dengan belajar kepada guru bernama Hu Songhan (1880-1955). Hu Songhan adalah salah satu imam komunitas Muslim Tongxin, di Provinsi Ningxia. Dia belajar al-Quran dan berbagai ilmu agama selama lebih dari dua tahun. Dengan kerajinan dan kecerdasannya, Ma Jian tidak mendapat kendala berarti dalam menyelesaikan seluruh pendidikan dasarnya.

Pada 1929 hingga 1931, Ma Jian melanjutkan pendidikan tinggi di Shanghai Islamic Normal School, dengan belajar khusus Bahasa Arab dan kajian Islam klasik. Saat itulah Ma Jian mengenal Rektor Sekolah Chengda, yakni Imam Ma Songting (1895-1992).

Pada periode itu, majalah berpengaruh sekolah tersebut, Yuehua, sering menurunkan laporan yang dikirimkan oleh orang-orang Yunnan yang tinggal pertama kali di Mesir dan kuliah di Universitas Al-Azhar. Laporan-laporan itulah yang menginspirasi para siswa, termasuk Ma Jian, untuk kuliah di Mesir. Ma Jian kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Al Azhar dari tahun 1931 hingga 1939.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan