Kualitas Hewan Kurban dan Nilai Pengorbanan

306 kali dibaca

Orang Jawa menyebut bulan Zulhijjah, yaitu bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah, sebagai Bulan Besar. Bulan yang termasuk ke dalam empat bulan yang dimuliakan oleh Allah, dan diharamkan di dalamnya berperang. Ini merupakan salah satu bulan istimewa. Alasan orang Jawa menyebutnya ‘Besar’ ada hubungannya dengan peristiwa besar yang terjadi pada bulan tersebut. Ada dua peristiwa yang bisa dibilang fenomenal, monumental, dan juga sakral, yaitu kurban dan haji.

Peristiwa tersebut bukan hanya jadi sejarah, namun juga menjadi salah satu ibadah yang substansial bagi umat Islam. Bahkan, kurban perintahnya langsung difirmankan Allah dalam surat Al-Kautsar. Sedangkan, ibadah haji menjadi pilar kelima dari lima pilar utama agama Islam. Dua ibadah tersebut adalah simbol kesempurnaan ibadah, di mana letaknya yang di akhir serta pelaksanaanya yang berada di akhir tahun adalah alasannya.

Advertisements

Dan dalam tulisan ini, penulis hendak memberikan opini tentang pelaksanaan kurban, dan secara khusus pada kriteria hewan kurban. Mengambil sudut pandang sebagai panitia kurban yang selama tiga tahun mengurus segala hal terkait kurban mulai dari administrasi, pemotongan, sampai distribusi menjadikan tulisan ini akan penuh dengan opini subjektif dengan sedikit menyelipkan kaidah ilmu fikih terkait.

Baca juga:   Islam, Sejarah, dan Indigo

Kurban bukan hanya tentang memotong kambing, sapi, kerbau, atau unta. Tapi lebih dari itu, kurban juga adalah tentang kesempurnaan dan pengorbanan tingkat tinggi seorang hamba.

Kewajiban mengetahui segala aspek tentang kurban bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi sebagai pengurban seharusnya juga paham mengenai hal apa saja yang harus diperhatikan ketika hendak berkurban. Salah satu aspek tersebut adalah kriteria hewan kurban. Jangan sampai hanya karena hewan kurban tidak memenuhi kriteria, apa yang sudah dikurbankan menjadi sia sia.

Baca juga:   Metafakta, Mas Bechi, dan Lain-lainnya

Ada empat jenis hewan yang bisa dijadikan sebagai hewan kurban. Yang pertama kambing – untuk satu orang – sapi, kerbau, dan unta – untuk tujuh orang. Jadi tidak sah jika kita berkurban dengan ayam, bebek, burung, atau sekadar kurban perasaan.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan