Kiai Kampung Berjuluk Hamba Ilmu

315 kali dibaca

Tubuhnya tak terlalu tinggi bahkan cenderung kecil. Kulitnya kuning langsat dan usianya sudah sepuh. Walau begitu, tatapan matanya sangat tajam dan tenaganya masih kuat seperti muda usia. Penampilannya sederhana dan santun, namun tetap bersahaja. Baju koko berwarna putih tak pernah lepas dari tubuhnya. Kepiawaian dan kedalaman ilmu di bidang agama tak seorang pun meragukannya. Hari-harinya diwarnai dengan aktivitas bermanfaat buat umat, seperti mengajar dan membimbing para santri-santrinya. Juga mengayomi masyarakat.

Dialah KH Syarfuddin Abdus Shomad. Lahir di Kangean, Sumenep, Madura pada 23 Jumadil Akhir 1346 H, bertepatan dengan 14 Juni 1925 M. Berasal dari keluarga kiai kampung, silsilahnya adalah KH Syarfuddin ibn KH Abdus Shomad ibn Kiai Dawud ibn Kiai Damsyiah ibn Kiai Abdul Bari (Ju’aji). Dari sini jelas bahwa Kiai Syarfuddin adalah keturunan kiai atau ulama yang cukup berpengaruh, terutama di Arjasa Lao’ dan Duko Lao’ (dusun Kiai Syarfuddin tinggal).

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Bagi masyarakat Arjasa Lao’-Duko Lao’, Kiai Syarfuddin dikenal sosok kiai, ulama, dan pendidik yang toleran sekaligus panutan/teladan dalam segala aspek. Juga dikenal sebagai bagian penting dalam penyebaran agama Islam di awal dekade 1960-an. Kontribusinya begitu besar terhadap tegaknya Islam Ahlussunnah Waljamaah, terutama di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Sumenep. Dan, Kiai Syarfuddin adalah inisiator berdirinya Pondok Pesantren Zainul Huda, Arjasa, Sumenep yang terpisah dari surau yang didirikan ayahandanya (KH Abdus Shomad).

Kini, di pesantren yang diinisiasi oleh Kiai Syarfuddin tersebut telah berdiri sejumlah lembaga pendidikan, seperti Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Diniyah Takmiliyah mulai dari tingkat bawah hingga atas, Madrasah Ibtida’iyah, SMPI Zainul Huda, dan SMAI Zainul Huda. Karena usia Kiai Syarfuddin sudah sepuh, 97 tahun, maka pengelolaan lembaga pendidikan pesantren sudah didelegasikan kepada anak, menantu, cucu, dan para alumnus Pondok Pesantren Zainul Huda yang sudah kembali dari studi di Jawa.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan