duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Kiai Asep dan ASC Foundation

Kiai Asep menyadari, dirinya bukan tergolong sebagai orang yang super kaya, konglomerat, atau triliuner. Namun, itu tak membuatnya menjadi penghalang untuk membantu menyejahterakan masyarakat.

“Kalau di Mojokerto mungkin saya konglomerat nomor 10. Tapi kalau di Indonesia saya nomor satu juta,” kata Kiai Asep sembari tertawa, seperti dikutip bangsaonline.com. Namun, imbuhnya, ia tak mau kalah dalam bersedekah dan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Advertisements
Cak Tarno

Di mata Kiai Asep, ada empat pilar negara dan bangsa bisa makmur. Pertama, jika birokrat selaku pelaksana pemerintahan mengamalkan ilmu para ulama dan ilmuwan. Kedua, pemerintah yang adil. Ketiga, konglomerat yang peduli terhadap masyarakat. Keempat, orang miskin yang selalu mendoakan pemimpinnya.

Baca Juga:   KH Yasin Asmuni, Sang Maestro Kitab Klasik

“Kalau konglomerat loman, suka bersedekah, para buruh, orang miskin tak akan demo. Mereka justru mendoakan para pemimpinnya,” katanya.

Dalam skala lokal, Kiai Asep akan membawa ASC Foundation secara intensif memonitor berbagai fenomena sosial dan memberikan solusi. Paling tida, jangan sampai ada anak-anak di Mojokerto tidak sekolah karena tak punya biaya.

Bidang kesehatan, misalnya, juga akan menjadi perhatian ASC Foundation. Kelak, ASC Foundation berniat mendirikan rumah sakit sendiri. Sebagai langkah awal, ASC Foundation mengadakan  mobil ambulans agar bisa melayani masyarakat yang sakit. Pendek kata, berbagai masalah sosial kemasyarakatan akan menjadi fokus kepedulian ASC Foundation.

Baca Juga:   Guru dan Tantangan Pendidikan

Pendeklarasian ASC Foundation ini sebenarnya bagian dari sejarah panjang perjuangan Kiai Asep untuk turut serta memajukan bangsa Indonesia. Lelaki kelahiran 16 Juli 1955, di Leuwimunding, Majalengka, Jawa Barat, ini sebelumnya dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto, salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur saat ini. Cikal bakal pesantren ini adalah biro perjalanan haji dan umroh (KBIH) di bawah naungan Yayasan Amanatul Ummah. Bermodal keuntungan dari penyelenggaraan perjalanan haji dan umroh inilah Kiai Asep mendirikan pesantren, mula-mulai di Surabaya kemudian dibangun juga pesantren di Mojokerto.

Halaman: First ← Previous 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan