KEMARAU DI TUBUHKU

40 kali dibaca

KEMARAU DI TUBUHKU

Di tubuhku duniawi telah menumbuhkan cabang
Sedangkan iman di hati mulai layu
Daunnya kuning, bunga-bunga mulai jatuh
Akarnya mulai tak kuat menahan euforia
Musim kering membuat nelangsa
Jiwa berusaha kuat
Menahan akar iman agar tak mati
Kusirami dengan air mata
Di saat doa-doa mengembara
Meski dunia kian subur bertunas
Aku kian keras menahan segala yang fana
Mempertahankan tunas takwa
Berpegang pada lima rukun islam
Juga keyakinan enam rukun iman

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Riau, 2021.

CINTA YANG NYATA

Nafsu berakar
Melilit cinta dunia
Tumbuh rimbun
Menutup pada mata cinta
Ke pada maha sempurna

Aku buta
Meraba-raba
Sebuah keharibaan
Di tengah belantara

Aku tersesat
Menuju jalan
Di mana ketakwaan bermukim

Aku jatuh
Di antara buah dosa yang luruh

Aku kumal dan kumuh
Terjebak dalam cela yang membunuh

Kemudian tangan Tuhan
Membimbingku pulang
Pada rumahnya paling aman
Serta cinta paling nyata

Riau, 2021.

DI DALAM PUISIKU

Tak kau temukan aku yang sebenarnya dalam puisi ini
Aku hanyalah hamba yang menulis mukjizat Tuhan
Telah dititipkan dalam ragaku
Aku bukanlah seorang yang bijaksana seperti kata-kataku
Itu hanyalah kekuasaan Tuhan yang diberikan
Sedangkan aku hanyalah insan biasa
Jika tiada ruhku, maka hanya jasad tersisa
Akan busuk dimakan cacing dan belatung
Segala keindahan di tubuh akan lenyap
Kemudian kata-kataku hanyalah milik Tuhan semata

Riau, 2021.

SEMUA ADALAH CINTA

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan