duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Kang Jam di Antara Dua Alfiyah

Tangannya tak berhenti memutar tasbih. Mulutnya berkomat-kamit tanpa suara. Mukanya bersih karena senantiasa menjaga wudhu. Kepalanya menunduk, tawadhu. Di pelukan dadanya ada sebuah kitab besar yang baru dikajinya di masjid pondok bersama Kiai Hasan.

Baca Juga:   Menemu Humor Gus Dur Tersimpan di Makassar

Langkahnya cepat menuju gothakan. Namun dia segera berhenti ketika melihat ada Gus Dowi di kejauhan. Gus Dowi masih balita, tapi itu tidak menyurutkan ketawadhuan Kang Jam padanya. Nama sebenarnya adalah Zamzam Zamran Noor, panggilannya Kang Jam. Dia merupakan santri senior yang sangat rajin mengaji. Hafalannya banyak, referensi kitabnya sulit ditandingi santri lain. Ibadahnya pun sangat khusyuk. Kang Jam inilah tipe santri ideal idola para santri-putri, mungkin.

Advertisements
Cak Tarno

“Nggak ikut ngaji Dul?” tanyanya pada Abdul, santri asal Jawa Tengah yang sedang duduk-duduk bersanding kopi di teras asrama bersama beberapa temannya sesama geng santri santuy.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Muazin Tanpa Sarung

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan