Islam Nusantara dan Kesalehan Virtual

Al-muhafadzah merupakan usaha mempertahankan tradisi lama yang baik, dalam hal ini sistem pembelajaran di pesantren dan pendidikan tradisional yang dianggap baik dan relevan untuk era hari ini masih dilestarikan. Begitupun al-akhdzu ialah ruang-ruang ikhtiar untuk memasuki dunia baru yang hadir seiring dengan perkembangan zaman. Di sinilah, saya kira media sosial sebagai era baru dan perlu untuk dijadikan sebagai ruang dakwah yang lebih luas cakupannya. Tentu, berada di ruang virtual membutuhkan energi yang segar, kecakapan menyampaikan dengan lentur dan lugas, sehingga bisa diterima oleh semua kalangan.

Baca Juga:   Melawan Ekstremisme Islam di Media Sosial

Saya kira di sinilah tantangannya. Ketika kiai dan ulama tidak open minded terhadap perkembanagn zaman. Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin akan kehilangan ruhnya. Agama tidak lagi mempunyai jalan hidup, memupuk akhlak dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, era virtual bukan dipandang sebagai hantu perabadan yang perlu dijauhi atau dibasmi, melainkan dicoba untuk melebur ke dalam sebagai alat penyeimbang dari narasi kelompok Islam transnasional dan Islam yang mengusung ideologi terorisme.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Tinggalkan Balasan