Ilmu Sebagai Sarana, Bukan Tujuan

2,463 kali dibaca

Ilmu itu jangan dijadikan pajangan (ornamen), hiasan buku atau kitab. Ilmu itu harus diamalkan, dipraktikkan. (Kiai Mujib, Insani Pusat)

Ilmu dalam pembahasan tidak pernah kusam dan membosankan. Ilmu menjadi salah satu alat dalam menggoreskan pemikiran, penilitian, atau opini dan lain sebagainya. Ilmu juga sudah banyak terpublikasi di buku buku atau kitab kitab. Namun, dalam dunia akademik, adakalanya ilmu berhenti pada produktivitas ilmu dengan kredo “ ilmu untuk ilmu”, belum pada taraf “ilmu untuk amal”.

Advertisements

Dalam bentuk karya ilmiah, ilmu menjadi sebuah lentara dalam kehidupan, seperti halnya kitab sebagai hudan lil muttaqin, petunjuk untuk orang-orang yang bertakwa. Maka, masih perlu sebuah trobosan yang dapat membangunkan kesadaran kita untuk mendayagunakan ilmu sesuai dengan garis syariat Rasullah.

Perlu digarisbawahi bahwa syariah, secara bahasa berarti jalan ke tempat pengairan atau jalan yang harus diikuti atau tempat lalu air di sungai, oleh para ahli didefinisikan segala titah Allah yang berhubungan dengan tingkah laku manusia di luar yang mengenai akhlak. Dengan demikian, syariah itu adalah nama bagi hukum-hukum yang bersifat amaliah. Menurut Muhammad Syultut, syariah adalah hukum-hukum dan aturan-aturan yang ditetapkan Allah bagi hamba-Nya untuk diikuti dalam hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan sesama manusia dan alam sekitarnya.

Dalam pembahasan ini kita perlu memahami ilmu yang menjadi sebuah bentuk titah Tuhan atas manusia, yang mana akan menjadi sebuah jalan menuju keselamatan yang sering disebut sebagai  صراط المستقيم.

Ilmu syariat akan menyinggung pada syariat Rasul yang akan terbagi atas tiga wilayah, yakni : Iman, Islam, dan Ikhsan. Pembagian ini menjadi dinamika ilmu yang luas dan bercabang luas. Jika dikaji dari segi prinsipnya akan mendalihkan  جلب المصالح ودرء المفاسد, yakni mendalihkan atas kemanfaatan dan menolak segala yang merugikan.

Namun, di era yang sudah canggih ini, ilmu menjadi barang yang murah. Penulis mengumpamakan sebuah berita yang selalu up date dan beredar luas di dunia maya. Tidak lagi pada sebuah lembaga atau instansi negara, cukup modal Android dan paket data, informasi atau berita dalam khazanah ilmu sudah didapatkan. Media ilmu dalam bentuk buku tidak lagi menjadi tolok ukur atas kemampuan pengetahuan seseorang.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan