IBU PERTIWI, AKU INGIN KEMBALI

265 kali dibaca

IBU PERTIWI, AKU INGIN KEMBALI

Ibu…
Sesajen harap jiwa-jiwa tempur semakin subur
Erangan runyamnya karbohidrat tergaung jelas di ruas-ruas publik teras
Konon, suara lirih milik jelata terdengar hanya semacam toa penyambut duka

Advertisements

Ibu…
Bentala janji sakral membentang sejauh mata memandang
Eksistensi hal wajib yang harus ada di layar
Arwah hasil bumi tak lagi kami nikmati, musykil tuan dan puan

Ibu…
Sepenggal kisah aparatur negara, mewarnai gerak tegap negeri ini
Sudut-sudut jauh membias
Bukan lagi perihal harum dan ranumnya pencapaian
Bukan lagi anyaman bambu yang membentang amatiran

Baca juga:   SEBUAH MEMOAR DI MAKAM GUS DUR

Ibu…
Negeri ini
Tanah air ini
Kembali mengenang sakralnya jasa pahlawan
Kembali menyuarakan keadilan
Ya, polemik aparat penegak hukum berkumul di bulan tujuh

Ibu…
Aku ingin kembali pada pangkuanmu
Merasakan hangatnya kedamaian
Bersama tuai-tuai gemerincing kehidupan

Ibuku, Ibu Pertiwi…
Lihatlah negeri ini

KIRANYA TUAN BERSEDIA

Merah putih berkibar di tiap pagar gedung ataupun rumah sebidang tanah
Ia diterpa angin segar janji-janji masam teluk laska
Tapak tilas melumat habis bibir sejarah beserta tubuhnya
Ringkih berkata lirih

Baca juga:   SAJAK CINTA UNTUK MARLINA

_”Merdeka atau mati!”_

hingga serumpunan mata menyalak tajam di balik euforia perjuangan
Tuan
Jendral Sudirman tidak hanya menebar senyum agar negeri ini terbebas dari jajahan
Ki Hajar Dewantara pun tidak hanya menimbun buku sampai usang
Mereka gagah tanpa lelah mengulum doa beserta tubuh yang diamanatkan untuk Nusantara

Tuan
Kiranya sudikah Anda merawat wajah beserta tubuh Indonesia?
Kiranya tak menjadi mayat hidup, pucat pasi tanpa asi.

TABULA RASA, ANAK MUDA

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan