Ibu dan Generasi Milenial

60 kali dibaca

Apakah yang terlintas dalam benak Anda jika mendengar istilah zaman now? Sekilas mungkin kita akan sepakat, zaman now adalah zaman yang identik dengan hura-hura kaum milenialis. Zaman yang identik dengan gadget, dunia maya (dumay), dan segala macam bentuk kegiatan yang bersifat pragmatis-hedonis.

Memang, salah satu ciri paling khas dari zaman now adalah dunia maya, atau yang galib dikenal dengan istilah Internet. Internet merupakan salah satu media yang paling digandrungi oleh tiap lapisan penduduk Bumi. Setiap orang dapat mengakses dan menggunakan fitur-fitur dengan mudah dan instan berkat Internet. Bahkan segala macam bentuk kebutuhan di dunia nyata pun dapat kita temukan dan akses dengan mudah di dunia maya.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Itulah alasan yang paling utama mengapa tiap lapisan manusia lebih menyukai hidup di dunia maya dibandingkan hidup di dunia nyata. Lebih-lebih, pada kaum milenial yang sangat identik dengan pola hidup pragmatis dan hedonis. Sehingga, hal itulah yang menyebabkan zaman now menjadi zaman yang diklaim menjadi zaman yang serba bebas dan sedemikian liberal.

Pergaulan Bebas

Di zaman now ini, masyarakat yang awalnya eksklusif (cenderung menyendiri dan memilah-milih pergaulan) dapat menjadi inklusif (bebas bergaul). Praktisnya, di zaman now ini pergaulan dan interaksi sosial tiap manusia sudah sedemikian bebasnya, bahkan tak jarang sudah melewati batas dan aturan-aturan yang telah diatur oleh norma agama maupun sosial. Akibatnya, hal itu pun berdampak nyata terhadap dinamika sosial bermasyarakat. Lebih-lebih bagi generasi muda, termasuk di Indonesia.

Telah jamak kita temui para remaja Indonesia yang terjangkit kasus narkotika, pornografi, dan berbagai kasus pelanggaran HAM seperti tawuran, bullying, bahkan yang teramat ironis kasus pembunuhan seorang guru oleh salah satu siswanya. Ironis bukan? Hal itulah yang perlu mendapat perhatian lebih oleh para orang tua di era zaman now ini.Terutama, oleh sosok seorang ibu. Mengapa? Sebab, ibu-lah sosok teladan (rule model) yang telah teramat dekat dengan sang anak sedari kecil hingga dewasa.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan