duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Hukum Berjualan Makanan Siang Hari Selama Ramadan

Beberapa hari yang lalu ada peristiwa yang kemudian menuai perdebatan di ranah publik. Di Kota Serang, Banten, aparat menegur dan menindak para pemilik warung yang berjualan di siang hari di bulan Ramadan. Mereka akan diancam hukuman pidana dan denda jika tetap berjualan di siang hari selama Ramadan.

Baca Juga:   Pesantren Minhadul Ulum Panen Perdana Labu Madu

Memang tidak ada hukum fikih yang secara khusus yang melarang seorang muslim untuk berjualan makanan pada saat bulan Ramadan. Selama Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka sampai sekarang ini, masyarakat Indonesia sudah melakukan aktivitas berdagang makanan secara toleran. Wujud toleransi tersebut terlihat dengan setengah membuka warung atau menutup sebagian jendela atau pintunya.

Advertisements
Cak Tarno

Ulama sepakat membolehkan menjual makanan pada siang hari di bulan Ramadan kepada nonmuslim atau muslim yang memperoleh keringanan untuk tidak berpuasa, seperti musafir, anak-anak, manula yang tidak sanggup puasa, wanita haid, nifas, atau menyusui, orang sakit, dan orang gila. Tetapi, hal tersebut tidak berlaku jika mereka menjual makanan kepada orang muslim yang wajib melaksanakan ibadah puasa. Jika pemilik warung dengan sengaja melayani seorang muslim yang wajib melaksanakan ibadah puasa maka ia akan berdosa.

Baca Juga:   Keraguan, Penyakit dari Bisikan Setan

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan