Gus Dur dan Klepon

139 kali dibaca

Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita menjadi budaya Arab. Bukan aku jadi ana, sampeyan jadi antum, dan sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita filtrasi budayanya, tapi bukan ajarannya —Gus Dur.

Selama hampir sepekan terakhir, masih dalam situasi pandemi, jagat maya Tanah Air dihebohkan oleh klepon, penganan tradisional yang memang uenak tenan. Usut punya usut, klepon menjadi trending topic lantaran sebuah unggahan yang super konyol di media sosial (medsos).

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Begini kutipan unggahan konyol itu yang disertai gambar klepon: “Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami….” Pengunggahnya atas nama Abu Ikhwan Aziz.

Karuan saja, unggahan itu memantik perdebatan, dan juga olok-olok, di kalangan netizen. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun ikut bersuara, dan meminta polisi mengusut dan menindak sang pengunggah. Alasannya memancing kegaduhan, dan bisa berpotensi membenturkan antarumat beragama.

Siapa sesungguhnya pengunggahnya, dan apa motifnya, tak penting-penting amat. Unggahan itu bisa datang dari kelompok mana saja, dan oleh siapa saja. Motifnya bisa apa saja. Yang jelas, tujuan si pengunggah sudah tercapai: memantik kegaduhan. Tapi, yang jauh lebih konyol dari tindakan si pengunggah adalah mereka yang termakan oleh unggahan tersebut: agar dibilang Islami, maka belanja dan makan kurma sebanyak-banyaknya. Mabuk kurma!

Padahal, ukuran Islami atau tidaknya suatu makanan hanya ditentukan oleh hukumnya: halal atau haram untuk dimakan, bukan dari mana diimpor. Bahkan status hukum makanan pun bisa berubah jika situasi dan kondisinya berubah. Makanan halal bisa menjadi haram bila diperoleh dengan cara nyolong; pun, makanan haram bisa menjadi halal dalam keadaan darurat. Klepon, yang seluruh bahan bakunya halal, tentu saja juga halal untuk dimakan. Artinya, klepon itu penganan Islami. Sungguh konyol jika menyebutnya tak Islami.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan