Maqom Raja Gelinding Wesi dan Mbah M. Arif

Gelinding Wesi dan Islamisasi Dusun Gondanrojo

170 kali dibaca

Sarang, salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan kota santri. Di kota ini banyak pesantren yang berdiri di daerah pesisir pantai utara Pulau Jawa (Pantura) ini. Meskipun Sarang dikenal sebagai kota santri, tetapi pada umumnya pesantren-pesantren berdiri di Desa Karangmangu seperti, Pondok Pesantren (PP) Al-Anwar, PP Ma’hadu Ulum Asy-Syariyah (MUS), PP Ma’hadul Ilmi Asy-Syarie (MIS), dan masih banyak lagi.

Melalui perjuangan ulama Sarang tersebarlah tokoh-tokoh Islam di seluruh Indonesia yang juga lahir dari pesantren-pesantren tersebut. Berawal dari situ pula, Sarang menjadi kota yang terkenal di kalangan ulama, umara, maupun masyarakat.

Advertisements

Selain banyak pesantren berdiri di Desa Karangmangu, seiring berjalannya waktu, terdapat pesantren yang didirikan di Dusun Gondanrojo, Desa Kalipang yang masih termasuk wilayah Kecamatan Sarang. Pesantren yang berdiri di Desa Kalipang adalah PP Al-Anwar 2,3, dan 4.

Baca juga:   MADRASAH PUISI

Banyaknya santri yang mondok di pesantren tersebut membuat Dusun Gondanrojo menjadi sering dikunjungi orang (wali santri maupun tamu-tamu kiai) dan menjadi salah satu pusat menimba ilmu agama. Di balik semua itu, sebenarnya di Dusun Gondanrojo, Kalipang, Sarang juga terdapat fragmen sejarah keislaman masyarakat sekitar yang jarang diketahui orang.

Memutar sejarah keislaman masyarakat Sarang, terutama yang berada di Dusun Gondanrojo, ternyata ditaburi dengan kisah Islamisasi antara Syekh dan seorang raja yang beragama Budha. Pada zaman penjajahan Belanda, terdapat seorang yang bernama Gelinding Wesi dari Majapahit. Gelinding Wesi pindah ke Dusun Gondanrojo karena kalah perang dengan Batik Madrim. Saat itu Raja Gelinding Wesi memiliki pengaruh yang sangat besar di daerah tersebut karena dianggap sakti mandraguna.

Baca juga:   Perginya Para Ulama

Suatu ketika Raja Gelinding Wesi berniat untuk mengelilingi desa di sekitar pesisir. Saat itu Raja Gelinding Wesi melihat seseorang yang melakukan gerakan aneh. Rasa penasaran Raja membawanya untuk menghampiri orang asing itu. Raja bertanya, gerakan apa yang dilakukan oleh orang itu. Namun, orang itu tidak menjawab sama sekali dan terus melakukan gerakan aneh tersebut.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan