GARIS WAKTU

MENANGGUNG CINTA

Di kamar kecil yang paling dalam
Ia sedang diterpa kegelisahan dan bertengkar dengan kesepian
Ia berusaha menerka setiap keadaan
Dengan harap dapat cahaya di kedalaman paling dalam
Tak ada lain hanyalah untuk menuntunnya pada tiap arah
Yang barangkali ada gelombang untuk ditaklukannya
Bersama-bersama dengan nahkoda yang pilihnya sendiri
Dengan segala asanya ia dapat berlabuh bersama
Pada tepi bibir yang ia dituju suka maupun duka
Sebab ia memilihnya sendiri sebagai nahkoda

Advertisements
Cak Tarno

Pamekasan, 2020.

ASAL MUASAL

Selembar daun kering di pagi hari memeluk angin
Tak terasa dibawanya melambai-lambai di udara
Secercah matahari mulai meniadakan embun di ujung rumput
Daun pun tak terasa bahwa ia mulai menua
Dan akan kembali pada tanah
Dan tanah-tanah itu kini mulai mengerontang
Tanpa tetesan embun dari dedaunan
Dan kini, semuanya telah disatukan
Dalam sebuah ingatan bernama kenangan

Baca Juga:   LAILAATUL QADAR

Pamekasan, 2020.

GARIS WAKTU

Bilamana waktu mengekang lewat ujian
Maka akan kuterima dengan penuh sabar
Dan barangkali sepi lebih dulu mencekam
Mungkin itu cara Tuhan mengujiku lewat kesendirian
Tapi bilamana waktu telah menjeda sepi
Pertanda Tuhan telah sudi
Menjadikanmu sebagai kekasih
Sehingga takdir itu mulai berkata: iya padaku
Kehawatiran-kehawatiran yang membuat sesak napasku
Kini ia telah berdamai dalam peraduan bersamamu

Baca Juga:   Sosiologi Nusantara: Pendorong dan Bentuk Teorinya

Pamekasan, 2020.

SENJA BERSAMAMU

Di malam yang sunyi
Namamu mengusik ingtanku
Di pagi yang suram
Embun pagi mewarnai bayanganmu
Dan di sore hari
Engkau ikut tenggelam mendampingi senja itu
Ke manakah engkau pergi kekasihku?

Pamekasan, 2020.

Tinggalkan Balasan