duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Cerita dari Pesantren (1): Susahnya Mengusir Jin

Ini bukan tentang cerita siapa-siapa, tetapi tentang pesantren dan saya. Ya, kami berdua. Singkat cerita, saat itu usia saya menginjak delapan tahun, dan harus diboyong-paksa dari rumah untuk dipindahkan ke pesantren yang waktu itu (saya kira) jaraknya jauh dari rumah.

Baca Juga:   Bila Santri Lomba Cas-cis-cus…

Saya ingat betul bagaimana wajah cengeng bocah masih ingusan meronta-ronta, menolak untuk dipondokkan. Menangis sesenggukan, bahkan berteriak keras di atas gendongan, berharap agar hari itu bapak membatalkan niatnya yang sudah dipendam selama setahun lamanya.

Advertisements
Cak Tarno

Setahun sebelumnya, tetangga nenek saya yang mempunyai anak laki-laki yang mondok di Pesantren Langitan Tuban, sejak kecil mengompori agar berangkat mondok seperti dirinya. Di usia yang masih tujuh tahun kala itu, saya penasaran betul dan bertanya tanya, seperti apa pondok itu? Bagaimana tidurnya? Apakah di sana bisa bermain dan banyak teman? Bagaimana pula mandinya? Dan segudang pertanyaan anak kecil yang berharap menemukan banyak jawaban menyenangkan. Ajaib, jawabannya sungguh tak terduga.

Baca Juga:   Bila Santri Homesick

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan