Bila Sastrawan Menghadapi Pandemi

Jurnal 9 Akhir Pekan, salah satu program TV9, menayangkan acara menarik pada Sabtu, 7 Agustus 2021. Dengan tema “Sastra Menghadapi Pandemi”, TV9 menghadirkan sastrawan senior berjuluk Penyair Celurit Emas D Zawawi Imron, penyair muda Raedu Basha, dan penyair Binar Ramadhan Sosiawan Leak.

Dengan menghadirkan para sastrawan ini, program ini bermaksud mengajak masyarakat memperkuat imunitas di tengah pandemi salah satunya melalui sastra. Sebab, sastra mengandung nilai-nilai spiritual dan meditatif untuk yang mampu memperkuat daya tahan manusia dalam menghadapi berbagai macam penyakit, baik secara fisik maupun mental.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri


Raedu Basha.

Hal seperti itu juga diungkao Raedu Basha, penyair muda yang telah melahirkan segudang karya sastra, pada acara tersebut. Menurutnya, pandemi (wabah) harus dihadapi dengan dua aspek, yaitu aspek medis dan psikologis. “Sejarah membuktikan bahwa sastra memiliki peran besar dalam menghadapi wabah (pandemi). Maka sudah seharusnya bahwa penyakit ini selain dihadapi secara medis, juga diobati secara mental,” demikian Raedu menjelaskan.

Baca Juga:   Innalillahi, Pengasuh Pondok Gontor Wafat

Lebih lanjut peraih Anugerah Sutasoma ini mengatakan bahwa sastra dapat meningkatkan imun tubuh karena di dalamnya terdapat obat batin, jiwa, mental, dan terhindar dari rasa resah san gelisah. Penyair yang mendapat banyak penghargaan baik regional, nasional, maupun internasional ini memberikan contoh, salah satunya adalah pengobatan tradisional yang memanfaatkan sastra, di antaranya adalah Burdah keliling. Sastra Burdah yang ditulis oleh Imam Al-Busyiri, di dalamnya terdapat selawat (doa kepada Nabi Muhammad saw), terdapat nuansa penyembuhan batiniyah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yang memungkinkan untuk dijadikan penangkal berbagai penyakit, termasuk pandemi Covid-19.

Baca Juga:   Tradisi Perayaan Nuzulul Quran

Contoh lain, termasuk doa yang biasa digaungkan pada saat-saat wabah adalah “Li Khomsatun” karya KH Hasyim Asy’ari. Sebuah puisi sastra yang memiliki fungsi magis dalam menangkal pandemi. Maka tidak jarang kita mengumandangkan syair ini dengan lirik doa di berbagai kesempatan. Hal ini menunjukkan bahwa sastra memiliki peran yang cukup sentral untuk menghadapi penyakit, termasuk wabah Corona yang terjadi sangat masif selama dua tahun ini.

Tinggalkan Balasan