Banyak Pesantren di Bantul Diisolasi

35 kali dibaca

Sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Bantul, Jawa Tengah, diisolasi menyusul ditemukannya belasan santri yang terpapar Covid-19 beberapa hari lalu. Selama masa isolasi, sejumlah pesantren tertutup bagi orang luar. Selain itu, pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kabupaten juga ditunda.

Sebelumnya, sebanyak 15 santri Pondok Pesantren Al-Imdad dinyatakan positif Covid-19.  Ke-15 santri tersebut kini harus menjalani isolasi mandiri di pesantren setempat selama 14 hari karena masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Untuk mengendalikan penularan Covid-19 itulah Pemerintah Kabupaten Bantul mengisolasi sejumlah pondok pesantren. Berdasarkan kebijakan baru ini, para para rang tua atau keluarga santri dilarang berkunjung ke pesantren. Selain itu, para santri yang belum kembali ke pondok untuk sementara juga dilarang ke pondok hingga masa isolasi dicabut.

“Kami sudah punya kebijakan terkait dengan ponpes (pondok pesantren). Yang pertama itu lockdown lokal dengan tidak lagi mengundang santri yang sampai saat ini belum datang ke pondok,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Helmi Jamharis di Bantul, seperti dikutip Indonesia inside, Rabu (18/11).

Selain penguncian local tersebut, Helmi yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul mengatakan, pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk menutup silaturahim atau rasa kangen orang tua terhadap anaknya. Orang tua tidak melakukan kunjungan ke pondok pesantren yang menjadi tempat penularan Covid-19 itu.

“Kemudian Gugus Tugas di ponpes melakukan pengetatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas para santri di lokasi itu,” katanya.

Di bagian Helmi menjelaskan, pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kabupaten yang melibatkan para santri maupun pihak pesantren juga ditunda. Rencanaya, STQ akan dilaksanakan pada 24 sampai 26 November 2020.

“Dengan pertimbangan karena setelah kami melakukan penelusuran, personel-personel yang akan menjadi kafilah STQ itu sebagian besar berasal dari ponpes entah dari mana pun, sehingga kami melakukan kehati-hatian dengan melaksanakan penundaan terhadap kegiatan STQ tersebut,” katanya. Belum ditentukan pelaksanaan STQ ditunda sampai kapan.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan