BABAK BARU PEREMPUAN PALING LUKA

339 kali dibaca

KEGELAPAN

Kegelapan adalah kebutaan
Adalah ketakutan dan kengerian
Untuk menyentuh kata-kata
Yang terlihat hanya kemungkinan
Yang hitam dan raib

Advertisements

Puisi cukup terlelap dalam dada
Tak mudik pada buku
Tak ada cahaya, hanya langit
Yang temaram ke mataku

Kegelapan menggenapkan pekatnya
Ke dalam bumi yang padam
Obituari petang yang sejak senja
Kini berserakan di tubuh malam

29 April 2022.

TERKUNCI NASIB

Kita terkunci lagi dalam nasib
Yang kakinya di pagari besi-besi waktu
Mawar-mawar menghitam
Di balik jendela
Kacanya lebih tua dari debu
Sedang di luar
Sandiwara diniagakan para pelancong
Yang datang dari negeri bulan

Baca juga:   MALIOBORO DALAM PUISI

Dari petang ke petang
Suguhan roman yang nyaris ganjil
Di pentaskan sejadi jadi
Membelenggu ke hati kita

Kita tinggal menyimak apa yang kita tahu
Dan apa yang tidak kita tahu
Mengantre ingin sama-sama dipahami
Sedang kepala masih nyeri
Menerima apa-apa yang tabu

16 April 2022.

HUJAN DI POSKO II

Sudah berjam-jam
Sejak hujan tengkurap
Di atas genting, menimang ranting
Dan membising tanah yang runcing

Baca juga:   BIDADARI BERSELENDANG BIANGLALA

Barangkali hujan akan semalaman di puncak
Biar kantuk yang karat segera lunglai
Ke jantung petang yang makin tua

Aku masih tabah di balik tabir
Yang kelimpungan menangkis takdir
Air tempias ke mataku
Menyiram rindu yang makin dingin

Ingin segera dipulangkan
Padahal mimpi baru saja dirayakan
Tidurlah sebentar segala cemas
Sebab nasib mesti diwakili sampai pagi

Matamu temaram seketika itu

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan