duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Arab Pegon Siap Didigitalisasi

Untuk melestarikan khazanah keilmuan pesantren, aksara pegon yang biasa digunakan untuk menulis dan memaknai kitab-kitab kuning akan digitilasasi. Dengan digitilasasi, diharapkan aksara pegon tidak punah, dan tradisi menulis dan memaknai kitab kuning di lingkungan pesantren tetap lestari.

Baca Juga:   “Rethinking Indonesia”, Diskusi Bulanan Jejaring Dunia Santri

Seperti diketahui, aksara pegon adalah huruf yang digunakan untuk menuliskan bahasa lain dari penggunanya. Misalnya, yang dituliskan adalah bahasa Jawa, Madura, atau Melayu tapi penulisannya menggunakan aksara Arab. Di lingkungan pesantren, aksara pegon biasa digunakan untuk menulis kitab kuning atau catatan untuk memaknai kitab kuning yang ditulis dalam bahasa Arab.

Advertisements
Cak Tarno

Ide digitalisasi aksara pegon ini muncul dalam pertemuan antara pegiat Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dengan pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash di Mulyorejo, Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (21/11/2020) lalu. Sebelumnya, PANDI sudah melakukan digitalisasi beberapa aksara Nusantara.

Baca Juga:   Innalillahi, Pengasuh Pondok Gontor Wafat

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan