duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Semua karyawan sebuah toko di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya dikumpulkan untuk menerima pesangon. Toko yang telah berdiri puluhan tahun itu memutuskan tutup karena tidak mampu bersaing dengan toko-toko daring yang menawarkan harga lebih murah. Di tengah-tengah antrean, Erna melemparkan pertanyaan kepada Yono, suaminya.

Baca Juga:   Sastra Pesantren bagi Bangsa

“Bagaimana nasib kita, Pa?”

Advertisements
Cak Tarno

“Kita hanya bawahan, bisanya hanya menurut sama bos.”

“Aku paham, masa kita setelah ini nganngur di rumah. Lama-lama pesangon kita bisa habis.”

“Coba kamu jualan online kaya Bu Yeti, siapa tahu bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk menunggu panggilan kerja, aku akan menjadi ojol.”

Usai menerima pesangon, mereka mengeksekusi rencana. Tapi apa daya, rencana mereka tidak sesuai harapannya. Pesanan ojek daring Yono sepi karena masa pandemi. Toko daring Erna kalah bersaing dengan distributor besar. Akibatnya pesangon mereka semakin menipis.

Baca Juga:   Kekasih Allah

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan