duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Coba sebutkan bapaknya bapakmu siapa? Kakeknya bapakmu siapa? Bapaknya kakekmu siapa? Kakeknya kakekmu siapa?

Saya pernah kena “skakmat”  saat ditanya perihal ini. Menjadi gagap, dan lama-lama saya berpikir: bagaimana kalau nanti anak saya bertanya perihal leluhurnya, dan saya tidak bisa menjawabnya?

Advertisements
Cak Tarno

Masih bisa diatasi, ditanyakan kembali, jika orangtua saya masih ada. Syukur-syukur kakek panjang umur. Kalau sudah wafat, mati obor sudah!

Baca Juga:   Santri dan Gitaris Slank

Ini bermula dari rasa ingin tahu saya ketika mesantren di Pondok al-Qur’an Miftahul Khoirot, Karawang, Jawa Barat. Saat itu sedang cuti kuliah. Mengisi cuti dengan menghafal firman-firman Allah yang merupakan wasilah dari nenek saya, yang ternyata masih ada ikatan keluarga dengan keluarga pondok tersebut.

Awalnya saya sharing dengan sesama santri. Usut punya usut, cerita yang saya dapatkan mengenai pendiri pondok yang biasa dipanggil Abah, sedikit demi sedikit terbukalah satu per satu hal yang sama sekali belum pernah saya dengar. Kala itu nalar saya belum dapat menangkap semua yang diceritakan, namun perlahan semua menjadi tergambar jelas.

Baca Juga:   Sadikin dan Ibadahnya

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan