TREKTEK-TEK…DUNG-DUNG

1.070 kali dibaca

TREKTEK-TEK…DUNG-DUNG

Kau pernah menabuhnya
Bertalu-talu
Seperti suara rindu

Advertisements

Dari bilik jendela azanmu kumandang
Sebagai bilal yang terbayang
Memanggil orang-orang sembahyang

Kau pernah menabuhnya
Seperti suara rindu
Trektek-tek… dung-dung-dung

Gema suaranya membelah buana
Membelah dada
Pada apa jiwa mengada

Tak ada yang terusik
Sebab tak pernah berisik
Seperti setan burik

Lalu kau menggantinya dengan toa
Yang menjadikanmu jumawa
Seakan Tuhan tak punya telinga

Trektek-tek… dung-dung-dung
Itulah gema suara rindu
Bertalu-talu, dulu

Baca juga:   HUJAN KEMARAU

Gemanya beralun merambati telinga
Berayun menimang hati
Tempat berkhusyuk diri

SELENDANG PENARI

tubuhmu menggeliat liat memahat hikayat
selendangmu mengibas melintas batas

kau menari seperti bait puisi
dengan selendang memutari tubuh
menubuh ruh

tapi angin membawa selendangmu terbang
tak ada lagi ruang
kita mengubur bayang

lebih menikam hati
penari kehilangan selendang
daripada pengkhutbah kehilangan jubah

LAGU PANTAI

Bila kemudian kau merindui pantai ini
anak-anak telah lama pergi

Baca juga:   SURGA (YANG) MENGINTIP MALU-MALU DI CELAH KAKI IBU

Pada penanggalan tua
Pada album-album dalam warna sepia

Meraka tak berlayar dengan perahu Nuh
atau Marcopolo pada negeri-negeri jauh
atau Battuta pada tanah-tanah berpeluh

Mereka berlayar dengan biduk remuk
setelah tanahnya jadi reruntuk
setelah badai tak henti mengamuk

Menuju pulau nasib yang terkutuk

Bila kemudian kau merindui pantai ini
burung-burung tak lagi nyanyi

Pada lengang lazuardi
Pada senja yang menghablur dalam sepi

Mereka tak terbang bersayap tembang

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan