Tradisi Tirakat di Pondok Pesantren Tegalrejo

2.762 kali dibaca

Jika Anda sedang berada di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, maka Anda akan menemukan sebuah wilayah bernama Tegalrejo. Tegalrejo merupakan sebuah kecamatan yang berada di bawah kaki Gunung Merbabu.

Selain dikenal dengan pasarnya yang ramai setiap waktu, di Tegalrejo juga berdiri Pondok Pesantren dengan nama Asrama Perguruan Islam (API). Orang-orang di Magelang dan sekitarnya sering menyebut dengan sebutan “Pondok Pesantren Tegalrejo” atau “Pondok Tegalrejo”.

Advertisements

Pondok ini didirikan pada tahun 1944 oleh KH Chudlori, seorang ulama karismatik asli Tegalrejo yang juga salah satu murid dari HadratuSyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari. Metode pembelajaran di pesantren ini mengacu pada kurikulum nonformal dengan mengkaji kitab-kitab ulama salaf.

Baca juga:   Prabu Bayangan

Seperti halnya pondok pesantren tradisional yang lain, dengan bimbingan kiai dan ustaz, para santri mengaji kitab kuning dengan cara menghafal, sorogan, bandongan, dan juga diskusi atau bahstul masail.

Namun, selain mengasah keilmuan yang berbasis intelektualitas, di pesantren ini para santri juga sangat dianjurkan untuk tirakat atau riyadhah. Tak heran jika banyak dijumpai santri-santri yang melakukan tirakat dengan minat dan kemampuannya masing-masing.

Dikutip dari laman nu.online, bahwa tirakat merupakan penjawaan dari bahasa Arab, thariqah yang mempunyai makna “jalan yang dilalui”. Bahasa Indonesia kemudian menyerap kata tersebut menjadi tirakat. Maka tirakat bisa didefinisikan sebagai proses menjalankan suatu laku spiritual untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Di kalangan pesantren, tirakat juga sering disebut riyadhah, yaitu menjalani laku mengendalikan dan mengekang hawa nafsu.

Baca juga:   Al-Iman, Kisah Pesantren Tua dari Hutan Bulus

Di pondok pesantren Tegalrejo sendiri, ada beberapa model tirakat yang diamalkan oleh para santri. Di antaranya, ada yang melakukan tirakat puasa senin kamis, puasa dawud, puasa mutih, puasa yaman huwa, ngrowot, dan puasa dalailul khairat. Saat melaksanakan tirakat, biasanya akan diberikan doa atau wirid oleh mujiz (orang yang memberikan ijazah) sebagai pengiringnya.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan