Tradisi Masa Taaruf Santri Baru

783 kali dibaca

Masa taaruf istilah yang asing bagi saya saat menjadi santri baru. Saat baru mondok dulu, saya juga bertanya-tanya mengapa seorang santri wajib menjalani masa taaruf selama tiga hari. Setelah mengikuti kegiatan masa taaruf, saya menjadi paham bagaimana seorang santri akan cepat beradaptasi setelah menjalani kegiatan ini.

Masa taaruf adalah masa pengenalan santri baru terhadap lingkungan pondok pesantren. Tidak hanya tempat, tapi semuanya akan dikenalkan oleh pengurus atau kiai dan bu nyai serta ustaz dan ustazah.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Kata taaruf diambil dari bahasa Arab yang artinya pengenalan. Jika di sekolah kita mengenal istilah Masa Orientasi Siswa (MOS), maka di pesantren istilahnya adalah Masa Taaruf (MASTA).

Pelaksanaan MASTA biasanya selama tiga hari. Jika di sekolah umum pelaksananya Organisasi Siswa Intra Sekolah (OISI), di pesantren dikenal dengan nama pengurus pesantren. Banyak hal yang baru saya ketahui setelah masuk di pesantren, terutama mengenai istilah yang ada di pesantren.

Saat itu pengenalan pesantren meliputi perkenalan dengan pengurus, dan santri baru mengikuti materi-materi yang diberikan oleh ustaz dan juga bu nyai. Materinya juga banyak meliputi sejarah pesantren dan juga sejarah nama kamar untuk santri. Peraturan di pesantren, jadwal mengaji, dan kegiatan sehari-hari serta kegiatan rutin yang dilaksanakan di pesantren juga dikenalkan kepada santri baru.

Pesantren yang saya tempati untuk menimba ilmu dulu adalah pesantren putri yang ada di Desa Nglawak, Kertosono. Ini merupakan cabang dari Pesantren Miftahul ‘Ula dan berdiri sendiri dengan nama Al-‘Ainy.

Kegiatan MASTA pada hari pertama, yaitu pembukaan dan perkenalan dengan pengurus atau santri senior yang ada di pesantren. Saya ingat sekali saat itu ada game juga yang membuat saya dihukum menyanyi karena salah memainkan game.

Cukup seru kegiatan seperti ini, meskipun kegiatannya dilakukan hanya di dalam lingkungan pesantren dan tidak keluar area pesantren. Dengan kegiatan ini, santri baru menjadi akrab dan mengenal santri senior. Tidak hanya itu, santri baru juga berkesempatan mengenal satu sama lainnya.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan