SUARA EMAK DALAM GEMGGAM TELEPON

589 kali dibaca

SUARA EMAK DALAM GEMGGAM TELEPON

Dalam genggam telepon
Aku mendengar suara emak
Mengalunkan nada pedih
Seperti suara-suara tangisan bayi.
Lalu menceritakan musim padi
Yang belum tuntas meretas
Sebelum sempurna buncit
Di perut mereka.

Advertisements

Dalam genggam telepon
Aku mendengar suara lain emak
Merdu seperti kicau burung pagi
Menghipnotis air mataku luruh
Di kota lain.

Dalam genggam telepon
Aku menerka suara emak
Tersendat napasnya
Menitip pesan
“Kelak di kotamu nak, layak kau akan tinggali.”

Jogja, Maret 2023.

SEBELUM 30 MARET 2023

Sebelum 30 Maret 2023
Kepalaku sibuk menata rapi
Kamar ruang tunggu yang diacak-acak
Kenangan amat pedih.
Lalu mempersiapkan keberangkatan
Puisi merantau ke kota tempatmu tinggal
Bukan untuk ia bekerja
Melainkan merayakan perjumpaan
Sebelum izrail memanggil kematian.

Sebelum 30 Maret 2023
Kau sempurna meniupkan lilin harapan
Izinkan aku menjadi penyair
Yang membacakan puisi di hadapanmu

Lalu kau bisa bisa belajar metafora bahasa
Seperti kau pernah mencinti puisi-puisiku waktu lalu.

Jogja, 2023.

SEBELUM TEROMPET AZROIL MEMANGGIL KEMATIAN

sebelum terompet azroil memanggil kematian
engkau lebih dulu menyalakan lilin
menghidupi mimpi-mimpi kemarin
yang belum sempat kau kemas
dalam lemari billik kamarmu,

kini kau merayakan itu penuh hidmat
merangkum dedoa agar mewujud
sabda keagungan. Dan rajam dendam
yang sempat kau lukai
melupakan cacatan warisan peninggalannya.

Tak ada kado yang kubingkai
Keculi sajak-sajak 12 tahun
Aku belajar menjadi penulis
Menjadi lelaki kebodohanku sendiri
Mencintaimu seperti diksi-diksi
Yang belum aku kenali.

Jogja, 2023.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan