duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Seperti pada umumnya di pondok pesantren, kewajiban utama seorang santri adalah mengaji. Wajib, sangat diwajibkan, dan tak bisa ditinggalkan kecuali dengan alasan khusus. Ngaji, terutama pengajian kitab-kitab kuning, telah menjadi ruh dan ciri khas tersendiri bagi setiap pondok pesantren. Dan menjadi kewajiban tiap santri untuk mengikutinya, baik ngaji dengan

Baca Juga:   Narasi Penuh Hikmah di Tengah Wabah dari Doa Bersama Online

metode sorogan atau bandongan, misalnya.

Advertisements
Cak Tarno

Itulah salah satu nilai plus tersendiri bagi pesantren dan santri. Bagi santri, tinggal di pesantren dan menjadi santri adalah anugerah. Anugerah karena, dengan tinggal di pondok, seorang santri bisa belajar menjadi makhluk sosial. Hidup dan tinggal bersama-sama dengan banyak orang yang berbeda karakter akan mengajarkan santri saling memahami satu sama lain.

Tapi, apa pun kondisinya, santri dilarang meninggalkan kewajiban untuk mengaji, karena itulah tujuan utamanya mondok. Namun, ketika saya kuliah di salah satu Universitas Islam di Jakarta dan tinggal di salah satu pondok pesantren, saya menemukan beberapa tipe santri yang “unik”, mencoba menyiasati untuk bolos mengikuti kegiatan pesantren dengan mencari kegiatan lain yang serupa. Misalnya, bolos mengaji tapi untuk mengikuti kegiataan lain yang juga bermanfaat.

Baca Juga:   Lomba Sendiri, Juara Sendiri

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan