Setahun Pesantren Darul Hadits Suluan Yahya Siak

739 kali dibaca

Baru setahun berjalan, Pondok Pesantren Darul Hadits Suluan Yahya Siak di Provinsi Riau sudah mampu melahirkan santri-santri penghafal hadits. Setidaknya, hingga kini sudah ada 29 santri yang telah mampu menghafal 500 hadits.

Pondok Pesantren Darul Hadis Suluan Yahya ini dirintis sejak setahun lalu, dan menjadi pesantren hadits pertama di Provinsi Riau. Pembangunannya diinisiasi Bupati Siak Alfedri. Peletakan batu pertama pembangunan ruang belajar santri dilakukan pada September 2020. Latar belakang ide ini karena pondok pesantren tahfiz quran sudah sangat banyak dan terus berkembang, pesantren darul hadits masih jarang, dan di wilayah Riau malah belum ada.

Advertisements

Tujuan didirikannya pesantren ini memang untuk mencetak santri penghafal hadits, tahfiz hadist, dan menguasai ilmu hadits. Dari Pondok Pesantren Darul Hadits Suluan Yahya inilah diharapkan akan lahir santri-santri yang menguasai ilmu hadits, muhaddits.

Baca juga:   Revitalisasi Bahasa Daerah dengan Karya

Sebagai pesantren yang baru dirintis, di tahun pertama baru terdapat bangunan tiga ruang kelas. Pembangunannya saat itu didukung PT Bumi Siak Pusako melalui dana tanggungjawab perusahaan. Pendirian pesantren hadits ini juga memperoleh dukungan dari Kementerian Agama Siak, Majelis Ulama Indonesia Siak, Badan Wakaf Nasional Perwakilan Siak, Badan Amil Zakat Nasional Siak, serta para Nazir Wakaf.

Nama pondok diambil dari nama Sultan Siak ke-6, yakni Sultan Yahya. Sebagai pesantren yang bertujuan untuk mencetak generasi ulama hadist, yang luas ilmu serta wawasannya, Pondok Pesantren Darul Hadist Sultan Yahya ini masuk ke dalam pondok salafiah dengan pendidikan kesetaraan wusto dan aulia.

Sejak dibuka tahun lalu, santri-santri mulai berdatangan. Para santri di Pondok Pesantren Darul Hadist ini mendapatkan beasiswa dari Baznas Kabupaten Siak. Baznas juga memberikan bantuan untuk biaya operasional, seperti gaji guru dan makan minum santri.

Baca juga:   Pondok Parappe, Pesantren Salaf Benteng Radikalisme

Menurut Ketua Yayasan Wakaf Sultan Yahya Siak, Rasyid Suharto, saat ini baru diresmikan tiga ruang belajar santri. Namun begitu, proses belajar santri sudah berjalan cukup baik. Meskipun baru berumur setahun, menurut Rasyid Suharto, belajar para santri mengalami perkembangan yang luar biasa.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan