duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Seri “Wali Pitu” di Bali (2): Habib Ali Bafaqih

Dalam tulisan Seri “Wali Pitu” di Bali bagian 1, salah satu dari tujuh ulama penyebar agama Islam di Pulau Bali adalah The Kwan Lie yang berasal dari dan berkebangsaan Tiongkok. Kali ini, dalam Seri “Wali Pitu” di Bali bagian 2, tokohnya adalah seorang habib kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur: Habib Ali Bafaqih.

Baca Juga:   Guru Sekumpul, Perhiasan Ahli Ibadah

Di Pulau Bali yang mayoritas penduduknya pemeluk Hindu, terdapat beberapa kampung muslim, salah satunya adalah Loloan yang terletak di Kabupaten Jembrana. Di sinilah terdapat jejak perjuangan salah satu ulama penyebar Islam di Bali, Habib Ali Bafaqih, seorang wali yang merupakan satu dari tujuh Wali Pitu.

Advertisements
Cak Tarno

Namun, meskipun tanah kelahirannya tak begitu jauh dari Loloan, Habib Ali Bafaqih harus melakukan pengembaraan jauh terlebih dahulu sebelum sampai di kampung Loloan ini. Habib Ali Bafaqih dilahirkan pada 1882 di Kampung Arab, Lateng, Kabupaten Banyuwangi dari pasangan Habib Umar Bafaqih dan Syarifah Nur bin Abdullah Al-Haddad. Sang ibu, Syarifah Nur, merupakan seorang Hafidzoh al-Quran. Sejak belia, Habib Ali Bafaqih memperoleh pendidikan agama dari orangtuanya, terutama ngaji al-Quran. Pada usia 7 tahun, ia telah menguasai nahwu shorof dan menghafal al-Quran. Selain ilmu agama, Habib Ali Bafaqih juga diajari ilmu kependekaran, pencat silat —ini yang membuat ia kelak juga dikenal sebagai pendekar silat.

Baca Juga:   Kiai Syafaat, “al-Ghazali” dari Jawa

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan