SEPASANG MATA

384 kali dibaca

SEPASANG MATA

Aku melihat matamu
Mengintai, memata-matai matanya
Yang tampak sumringah
Sedikit basah

Advertisements

Jam tangan menandakan pukul dua belas
Matamu tak kunjung dapat matanya

Lama, matamu menatap
Hingga lelah dan berbalik arah

Mataku berlinang, senang
Mataku dan sepasang matamu
Salah tingkah, sumringah

2023

BINGKAI KEHANGATAN 

Secangkir teh tumpah, tercecer di bola matanya
Kulit kafan perawan menyerap

Melumer pada bulu rambutnya
Aku lelah dan terperangkap

Jemari cincin menandakan kesucian
Melepas daun pada kembang keheningan

Tangki bensin itu kosong,
Menanti isi dengan merebah
Rekam jemarinya pun tertangkap
Pada bingkai panorama, cinta

2023.

TANGIS TERAKHIR

(1)
Sejak lama,
Tetes tangis terakhir kali
Tertutup kalbu dan netra
Sebab kecewa

(2)
Hingga kini
Rasa tak lagi Kembali
Rindu menggebu
Sebab hampa

(3)
Di sela-sela embun pagi, yang
Perlahan menghilang
Aku titip doa:
Semoga terbaik tuk sgala
Pulang pada harap, yang
Setepat-tepatnya

2023.

HARAPAN

Bunga mekar, ditaman
Menyela lentera surya
Tegak dengan kecerlangan
Penuhi asa pada tiap perkara

Dedaunan gugur, dan
Tumbuh Kembali
Seperti sudah beralur
Nyata dan berkali-kali
Namun tidak dengan nanti
Ketika tak ada lagi harap, dan
pengharapan
Sudah, itu mati.

2023.

DUA JIWA

Waktu menggerogoti
Mantra akar reremputan
Mencampuri air-air kumbang
Detik demi detik
Menjelma duri pada mawar

Kekasih,

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan