Safari: Etika dan Fikih Perjalanan

975 kali dibaca

Setiap kita sudah dapat dipastikan bahwa suatu ketika akan atau bahkan telah melakukan perjalanan. Maksud dari perjalanan di sini adalah bepergian jauh sehingga mendapatkan rukhsah (keringanan) untuk menjamak dan mengqasar salat dan berbuka puasa di bulan Ramadan. Nah, persoalan safar (perjalanan) ini terkesan mudah dan biasa kita lakukan. Akan tetapi, hakikat dari perjalanan itu sendiri tidak sesederhana yang kita bayangkan.

Sebuah buku saku (kecil, tapi tidak kecil-kecil amat) tentang safar ini ditulis oleh Kiai M Faizi, seorang pengasuh di PP Annuqayah, penulis yang sudah tidak dapat diragukan lagi pengalamannya. Melalui pengalaman pribadi, pemahaman fikih yang mumpuni, serta kemampuan literasi yang sangat piawai, M Faizi mencoba memberikan langkah-langkah praktis dan sistemik terkait dengan perjalanan itu sendiri.

Advertisements

Buku saku yang berjudul “Safari; Buku Saku Perjalanan” benar-benar memberikan konsep bepergian yang aman dan menjelaskan kaidah perjalanan yang berdasarkan fikih Islam yang semestinya.

Dalam bab pertama, “Merencanakan dan Mempersiapkan Perjalanan”, M Faizi memulai catatan ini dengan rencana matang dan persiapan maksimal dalam melakukan perjalanan. Hal ini karena di dalam perjalanan kita harus mempersiapkan bekal, bukan sekadar bekal fisik semata, tetapi juga musti mempersiapkan mental.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan