RUMAH INGATAN

446 kali dibaca

JIKA KAU HENDAK PULANG

Tak perlu tergesah pulang
Sebab takut tertutup pintu pembatas
Di kelambu malam
Rumah kita sudah tak berpintu
Kau yang merusaknya dulu
Silahkan masuk saja.
Di dalam selalu tersaji:
Sari-sari bunga bangkai
Yang kau tanam di pekarangan
Sepotong hati panggang yang bari aku panaskan dari tungku perapian
Dan secangkir air mata
Jika kau hendak meratap
Tapi matamu kehilangan tempias.

Advertisements

Annuqayah, 2022.

SEKARAT 1

Sungguh!
Telah kutebusi segala obat pereda sakit
Agar kecewa yang menggerogoti ini dada
Berhenti membuatku terkapar
Dan hampir aku musyrik
Sebab setiap detak selalu saja engkau.

Lubangsa Putri, 2022.

SEKARAT 2

Maka kuburkanlah aku
Dalam setiap patahan-patahan puisi
Kenang saja sebagai pecinta
Yang bunuh diri

Alif Senansa, 2022.

RUMAH INGATAN 2
-k¬

Sebuah tungku api
Masih menyala di ruangan ini
Aku datang sebagai seorang tamu
Duduk di kursi rotan yang lapuk dan berdebu
Di dekat sebuah jendela
Dengan retak yang menjalar di setiap sudutnya

Remang-remang cahaya di ruangan ini
Nyatanya tak ada yang lebih setia dari sunyi.

Annuqayah, 2022.

RUMAH INGATAN 3
-k-

Kita pernah mempunyai sepasang anjing di luar rumah
yang satu sering menggonggong
dan menggosok-gosokkan tubuhnya ke langit
jika bulan sedang purnama
yang satunya lagi
hanya diam meski malam selalu menggerai kedinginan

si pendiam mati terbunuh
si sering melonglong
merasuk ke dalam tubuhmu!

Lubangsa Putri, 2022.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan