Rebana Semarakkan Maulidan di Tarbiyatul Banat

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat Sumenep, Madura, menyelenggarakan lomba baca selawat Nabi pada Senin, 12 Rabiul Awwal 1443 Hijriyah atau 18 Oktober 2021. Lomba ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, 18-19 Oktober 2021.

Lomba baca selawat kali ini diiringi alat musik rebana ketipung dan kendang, dan pesertanya dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan dalam satu kelompok minimal terdiri dari enam orang, dan maksimal tujuh orang.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Menurut Ketua Panitia I’anatul Muyassarah (ustazah), siswa dan santri diberi kebebasan dalam memilih lagu selawatan dengan catatan liriknya harus terdiri dari bait-bait selawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad Saw, bukan bait-bait Arab yang tidak mengandung unsur selawat.

Baca Juga:   MENGEJA HUJAN

Dalam penampilan pertama, siswa dan santri diwajibkan membawkan lagu selawat yang telah ditentukan oleh panitia dan dewan juri. Adapun, judul bait-bait selawat tersebut di antaranya  Thala’al badru, Ya Nabi Salam Alaika, Maulayaa Shalli wa Sallim, Ya Robbi bil Musthafa, Shalatullah Salamullah, Ya Badrotin, dan lain sebagainya. Namun, pada babak grand final, mereka diperbolehkan memilih secara bebas lagu selawatannya.

Dari hasil penilaian dewan juri, maka kelompok selawat yang keluar sebagai juara umum yaitu kelompok Zulfia. Kelompok ini terdiri dari enam anggota; Siti Rahmatillah, Hamdatul Fadilah, Zulfiya, Maufiqatul Azizah, Ruzaika Najahatin dan Ummu Aminatuz Zahrah. Dua lagu selawat yang mereka dendangkan pada babak grand final berjudul “Allahumma antas Salam” dan “Hayul Hadi”.

Baca Juga:   Peringati Hari Pahlawan, Ribuan Santri Lombok Selawatan

Lomba membaca selawat, menurut salah satu pengasuh LPI Tarbiyatul Banat, Kiai Ali Faruq, tidak lain bertujuan untuk mengenang sosok panutan umat Islam, Nabi Muhammad Saw dan sebagai bentuk kecintaaan kita kepada beliau.

Selain itu, lomba membaca selawat merupakan suatu bentuk pembiasaan kepada siswa dan santri agar selalu mendendangkan selawat Nabi di tengah-tengah maraknya lagu-lagu K-Pop (Pop Korea), Barat, dan Bollywood India yang sedang mendunia. Sehingga lagu-lagu selawat dapat mengalahkan kepopuleran lagu-lagu K-Pop, minimal di wilayah pesantren.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan