duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Pesantren: Ruang itu Ingin Diberi Makna Baru

Lima orang alumni pesantren itu terlihat galau. Mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan Yusuf, seorang pedagang Pasar Genjing yang mereka jaga keamanannya itu tidak mampu mereka, khususnya Apoy, taklukkan. Nampaknya, jargon “pasar syariah” versi Apoy tidak cukup syari di mata Yusuf sang pedagang. Apoy ingin agar Yusuf tidak mempermainkan harga seenaknya. Dia bahkan memberitahukan modal yang ia habiskan untuk sejumlah barang. Apoy menjelaskan bahwa “syari” yang ia maksud tidak sejauh itu. Syari yang Apoy maksud adalah setiap pedagang memulai usaha dagangnya dengan Basmallah, tidak menawarkan barang yang buruk kuaitasnya, tidak menjual barang afkir, tidak mengurangi timbangan, tidak mengatakan bahwa kualitas barang buruk sebagai barang berkualitas baik, dan salat berjamaah di masjid pasar pada waktunya.

Baca Juga:   Komunis adalah Kita…

Adegan di atas berlangsung pada saat menjelang sahur, tepatnya pukul 03.45-an di salah satu televisi swasta nasional. Sebuah adegan yang di permukaan terlihat sangat Islami, sesuai dengan tuntunan. Berulang-ulang Yusuf mengatakan bahwa ia berdagang sesuai tuntunan. Ia berdagang dengan cara yang benar.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Baca Juga:   Ramadhan yang Tak Biasa…

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan