duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Perlunya Tamasya Usai Corona

Rasulullah SAW banyak menghabiskan hidupnya dengan berkelana, baik untuk berdagang lintas negeri di masa mudanya, sewaktu hijrah dari kota ke kota, maupun dalam rangka misi penyebaran agama Islam. Beliau pribadi yang berakhlak baik, namanya pun masyhur di berbagai negeri pada masanya. Terbukti, kebesaran namanya yang beriringan dengan meluasnya ajaran Islam.

Baca Juga:   Pemahaman Kebangsaan dalam Islam: Distingsi Ranah Privat dan Publik dalam Penerapan Ajaran Ketuhanan

Imam Syafii adalah ulama dengan perjalanan berkelana luar biasa, dari Mesir, Irak, dan banyak negeri di sekitarnya. Buah dari perjalanan beliau, tentu saja yang bisa kita sebut qaul qadim dan qaul jadid, pendapat yang terdahulu dan terkini. Dan banyak kitab yang beliau susun, madzhabnya merupakan yang terbanyak dianut umat Islam dunia.

Advertisements
Cak Tarno

Para ahli hadits juga demikian. Mereka berkelana sepanjang hidupnya, demi mengkonfirmasi kebenaran hadits yang mereka dengar. Mereka mencari penuturnya agar berurutan sanadnya sampai kepada Nabi. Dari mendengar jutaan hadits, mereka memeriksa kesahihannya, menyeleksi, hingga terbukukan menjadi kitab-kitab dengan hanya beberapa ribu hadits saja.

Baca Juga:   Pengasuh Pesantren Al-Islah Pekuncen Wafat

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan