Perihal Ketakutan-ketakutan Semu

2,687 kali dibaca

Kita buat kesepakatan. Sebelum Anda yang budiman membaca tulisan ini, bahwa yang tak memiliki ketakutan, maka bukan bagian dari kita. Bahkan sekelas Kanjeng Nabi Muhammad saja mempunyai ketakutan saat memikirkan bagaimana nasib umatnya kelak. Itu adalah hal yang alamiah, wajar, dan manusiawi. Bahwa kita memang hidup dibekali dengan hal itu. Dan masalah selanjutnya adalah apakah lingkungan kita, atau diri kita, memupuknya atau tidak. Sehingga ketakutan itu tumbuh menjadi besar dan menancap lebih dalam.

Setidaknya itu yang sekarang dialami penulis yang sedang memperjuangkan skripsinya. Dan, setelah hal ini selesaipun, belum bisa menjamin apakah ketakutan itu akan hilang. Mungkin beberapa pembaca yang bijak pernah, ataupun juga sedang, mengalaminya. Berarti kita senasib. Karena pasti akan banyak timbul pertanyaan yang lain, yang meski tak penting untuk dijawab, tapi nyatanya selalu dipertanyakan. Silakan Anda sendiri yang menyimpulkan pertanyaan itu.

Advertisements

Ketakutan-ketakutan itu dapat menjadi momok yang besar bagi hidup kita. Dan parahnya itu ditimbulkan oleh lingkungan sekitar. Dan bahkan orang-orang terdekat. Salah satunya adalah pertanyaan mengenai masa depan. Soal kerja, misalnya. Selalu ada stimulus yang akan masuk ke otak kita. Jika kerja kita dipandang rendah oleh orang lain, maka status sosial kita juga akan rendah. Maklum, zaman sekarang ini sudah biasa terjadi. Akibat dari sedikit banyaknya pemikiran yang masuk ke tradisi kita saat ini, orang yang berkecimpung di dunia sosiologi menyebutnya “relasi kuasa”.

Oke, seperti ini alurnya. Misalnya si A dan si B adalah sahabat yang lama tak bertemu. Si A kerja di sebuah kantor dan si B petani. Secara harfiah, bila sama-sama ditanya pekerjaan, maka yang lebih keren pasti si A. Kenapa? Karena sistem pemikiran mayoritas masyarakat kita memandang pegawai kantoran pasti lebih mapan dan lain sebagainya. Sejak kapan? Hal ini bermula dari sejarah bangsa kita yang terlalu lama dijajah Belanda.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan